KITAINDONESIASATU.COM – Nama Ma’ruf Cahyono mendadak menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi. Sosok Ma’ruf Cahyono sendiri bukanlah orang baru di kancah birokrasi pemerintahan.
Sebelum tersandung kasus hukum, ia dikenal sebagai birokrat dengan rekam jejak yang cukup panjang dan pernah menduduki posisi strategis di lembaga negara. Ma’ruf Cahyono terakhir kali menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, sebuah posisi yang memiliki peran sentral dalam administrasi dan dukungan operasional lembaga legislatif tersebut.
Selama berkarier, ia kerap digambarkan sebagai individu yang memiliki pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan dan birokrasi. Jabatan Sekjen MPR yang dipegangnya menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kemampuannya dalam mengelola organisasi sebesar MPR.
Ma’ruf Cahyono merupakan putra Banyumas yang lahir pada 29 April 1967. Ia merupakan Sarjana Hukum dari FH Unsoed Purwokerto dan memiliki gelar Magister Hukum dari IBLAM School of Law Jakarta. Kini, ia juga telah bergelar Doktor dari Universitas Jayabaya Jakarta.
Dengan gelar-gelarnya itu, Ma’ruf aktif sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Satyagama Jakarta dan Pascasarjana Hukum Universitas Pancasila.
Ia sudah lama berkarier di MPR. Pada tahun 2007-2014 ia menjabat sebagai Kepala Pusat Pengkajian Sekjen MPR RI. Lalu, ia melanjutkan kariernya sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat MPR RI sampai 2016. Paga 2024 Ma’ruf Cahyono hampir menjadi calon Bupati Banyumas dari Partai Gerindra dan Nasdem, namun karena kurang pemberkasan, namanya dicoret KPU setempat.
Sebelumnya, Ma’ruf juga pernah menduduki berbagai posisi penting di lingkungan kesekjenan MPR, meniti karier dari bawah hingga mencapai puncak struktural. Ia dikenal sebagai sosok yang disiplin dan tekun dalam menjalankan tugas.
Namun, citra positif tersebut kini tercoreng dengan dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi, yang mengantarkannya pada status tersangka KPK. Kasus ini sontak mengejutkan banyak pihak, terutama di lingkungan birokrasi, mengingat reputasi Ma’ruf Cahyono selama ini.




