Sosok

Mantan Striker Barcelona Ini Kini Jadi Mesin Gol di Belanda, Kenalan Ini Luuk de Jong

×

Mantan Striker Barcelona Ini Kini Jadi Mesin Gol di Belanda, Kenalan Ini Luuk de Jong

Sebarkan artikel ini
Luuk de Jong

KITAINDONESIASATU.COM – Luuk de Jong mungkin bukan nama pertama yang terlintas ketika menyebut striker terbaik dunia. Tapi, jika kita berbicara soal penyerang dengan keahlian sundulan luar biasa, konsistensi, dan ketangguhan mental, nama De Jong pantas masuk dalam daftar elit.

Striker asal Belanda ini telah menapaki karier panjang yang penuh tantangan, kebangkitan, dan pencapaian membanggakan, termasuk menjadi top scorer Eredivisie dan pahlawan Sevilla di final Liga Europa.

Profil Luuk de Jong

Luuk de Jong lahir pada 27 Agustus 1990 di Aigle, Swiss, namun tumbuh besar di Belanda. Karier profesionalnya dimulai di klub De Graafschap pada musim 2008–09. Di klub ini, ia tampil 19 kali dan mencetak 2 gol. Meski jumlah golnya belum mencolok, bakatnya mulai tercium oleh klub-klub besar Eredivisie.

Tahun 2009 menjadi titik awal naik daun De Jong saat bergabung dengan FC Twente. Di klub inilah ia menunjukkan potensinya sebagai penyerang haus gol. Dalam 75 penampilan, ia mencetak 39 gol dan membantu Twente tampil di kompetisi Eropa. Di usia muda, De Jong sudah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar penyerang pelapis.

Tahun 2012, Luuk mencoba peruntungan di Bundesliga bersama Borussia Mönchengladbach. Sayangnya, performanya tak sesuai harapan. Dari 36 pertandingan, ia hanya mencetak 6 gol. Masa adaptasi yang sulit serta sistem permainan yang tak cocok membuatnya kesulitan berkembang.

Hal serupa terjadi saat ia dipinjamkan ke Newcastle United pada 2014. Di Premier League, ia menjalani 12 laga tanpa mencetak satu gol pun. Dua pengalaman ini nyaris meredupkan karier De Jong, namun ia justru bangkit dengan cara yang mengesankan.

Pulang ke Belanda untuk memperkuat PSV Eindhoven pada 2014 menjadi keputusan terbaik. Di klub ini, ia berkembang menjadi penyerang kelas atas. Selama periode 2014–2019, ia mencetak 94 gol dari 159 pertandingan, membawa PSV meraih gelar Eredivisie dan tampil reguler di Liga Champions.

Setelah sukses di PSV, De Jong mencoba tantangan baru di La Liga bersama Sevilla pada 2019. Meski sempat diragukan, ia justru menjadi pahlawan di panggung Eropa. Dalam kompetisi UEFA Europa League 2019–2020, De Jong mencetak dua gol krusial—satu di semifinal melawan Manchester United, dan satu lagi di final melawan Inter Milan. Sevilla akhirnya menjadi juara dan De Jong mencuri perhatian dengan kemampuannya menyundul bola secara klinis.

Musim berikutnya, ia dipinjamkan ke Barcelona. Meski bukan pilihan utama, De Jong tampil efektif. Dari 29 pertandingan, ia mencetak 7 gol. Performa ini membuktikan bahwa ia mampu bersinar bahkan di klub sebesar Barcelona, walaupun tak selalu mendapat menit bermain reguler.

Pada 2022, De Jong kembali ke PSV dan langsung menjelma jadi tumpuan lini depan. Di musim 2023–24, ia tampil luar biasa dengan mencetak 29 gol dan menjadi top skor Eredivisie. Performa gemilang ini juga membawanya menyabet gelar Pemain Terbaik Eredivisie musim tersebut.

Ia juga mencatat statistik mengesankan:

  • 14 gol dan 8 assist dalam 31 pertandingan musim 2024–25 (hingga pertengahan musim).
  • Akurasi tembakan mencapai 36,6%.
  • Rata-rata kontribusi gol per laga sebesar 0,81.

Produktivitas dan konsistensinya menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk tampil tajam, bahkan lebih tajam dibanding masa mudanya.

Petualangan Baru Luuk de Jong di FC Porto

Musim 2025–26 menandai babak baru dalam karier De Jong saat ia bergabung dengan klub Portugal, FC Porto. Meski belum mencetak gol dalam beberapa laga awal, pengalamannya dan kehadiran fisiknya di lini depan diyakini akan menjadi aset penting bagi klub barunya.

Karier Internasional Luuk de Jong

Luuk de Jong sempat menjadi bagian penting dari tim nasional Belanda. Ia tampil di berbagai ajang besar, termasuk Euro dan Piala Dunia.

Namun, pada Maret 2023, ia memutuskan pensiun dari timnas untuk fokus di level klub. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan usia dan keinginannya memberi tempat bagi generasi muda Belanda.

Gaya Bermain Luuk de Jong

Apa yang membuat Luuk de Jong berbeda dari penyerang lain?

  1. Kemampuan Menyundul Kelas Dunia

Ia dikenal sebagai salah satu penyerang udara terbaik di Eropa. Dalam beberapa musim terakhir, ia mencetak lebih banyak gol sundulan dibanding Cristiano Ronaldo dan Robert Lewandowski. Ia bahkan dijuluki “King of the Air” oleh media Spanyol.

  1. Fisik Kuat dan Posisi Matang

Dengan tinggi 1,88 meter, De Jong punya keunggulan fisik untuk menang duel udara. Ia juga punya kemampuan membaca posisi dengan baik, tahu kapan masuk ke kotak penalti dan mencari ruang bebas.

  1. Mental Baja dan Disiplin Tinggi

Meski sempat gagal di beberapa klub, ia tak pernah menyerah. Ia terus bekerja keras, berkembang, dan menjadi lebih baik setiap musimnya. Karakter ini membuatnya dihormati baik oleh pelatih maupun rekan setim.

Luuk de Jong bukan tipikal pemain yang selalu menjadi sorotan utama. Tapi ia adalah simbol dari kerja keras, ketekunan, dan profesionalisme. Dari Bundesliga hingga La Liga, dari kegagalan di Inggris hingga kebangkitan bersama PSV, De Jong selalu menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang bisa diandalkan.

Dengan catatan gol impresif dan kemampuan udara luar biasa, Luuk de Jong layak dikenang sebagai salah satu penyerang klasik terbaik di era modern. Dia mungkin bukan superstar dalam iklan global, tapi di lapangan hijau, ia adalah senjata mematikan yang selalu siap mencetak gol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *