Sosok

Profil AKBP Malvino Edward, Polisi yang Terjerat Kasus Dugaan Pemerasan di DWP 2024

×

Profil AKBP Malvino Edward, Polisi yang Terjerat Kasus Dugaan Pemerasan di DWP 2024

Sebarkan artikel ini
Malvino Edward

KITAINDONESIASATU.COM – Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Malvino Edward Yusticia tengah menjadi sorotan publik usai terlibat dalam dugaan kasus pemerasan di acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.

Kasus ini menjadi pembicaraan hangat, terutama setelah keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dirinya diumumkan pada Kamis, 2 Januari 2025.

Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai sosok AKBP Malvino Edward, termasuk latar belakang pendidikan, karier, hingga kasus yang menyeret namanya.

Sidang Etik dan Keputusan PTDH

Pada sidang etik yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta, AKBP Malvino Edward menerima keputusan PTDH. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan bahwa sanksi tersebut dijatuhkan karena pelanggaran Kode Etik Polri (KKEP).

“Pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota Polri,” ujar Brigjen Trunoyudo dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung TNCC Mabes Polri.

Kasus dugaan pemerasan ini melibatkan Malvino bersama 33 anggota kepolisian lainnya. Mereka diduga memeras sejumlah pengunjung DWP 2024 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebelum keputusan pemecatan, Malvino telah menjalani sanksi administratif berupa penempatan khusus selama enam hari. Namun, tindakan ini tampaknya belum cukup untuk menghindari sanksi berat.

Baca Juga  Profil Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, Kapolda Kalsel yang Viral Usai Dapat Ucapan Ulang Tahun dari Anak

Latar Belakang dan Pendidikan Malvino Edward

AKBP Malvino Edward Yusticia lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 9 Agustus 1985. Ia berasal dari keluarga yang cukup terpandang; ayahnya adalah seorang hakim di Pengadilan Tinggi Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dengan latar belakang keluarga ini, Malvino tumbuh dalam lingkungan yang menekankan pentingnya pendidikan dan integritas.

Malvino menunjukkan prestasi akademik yang luar biasa. Pada tahun 2006, ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (AKPOL). Tidak berhenti di sana, ia juga meraih berbagai gelar akademik:

  • Sarjana Hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (2010)
  • Magister Hukum dan Magister Manajemen (2012)
  • Sarjana Ilmu Kepolisian dari STIK PTIK (2013)
  • Master of Strategic Studies dari Victoria University Wellington, Selandia Baru (2016)

Selain itu, Malvino juga mengikuti berbagai pelatihan internasional, termasuk pelatihan detektif di Western Australia Police Academy dan pelatihan investigasi TKP di International Law Enforcement Academy, Bangkok, Thailand.

Karier Cemerlang Malvino Edward di Kepolisian

Karier Malvino di dunia kepolisian dimulai di bidang reserse narkoba. Ia dikenal sebagai sosok yang gigih dalam pemberantasan narkoba, dengan sejumlah pencapaian gemilang, seperti:

Baca Juga  Mengenal Robert Francis Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat Berjuluk Leo XIV

Pengungkapan 1 Ton Narkoba (2017): Dalam operasi besar yang dipimpinnya, Malvino berhasil menggagalkan penyelundupan satu ton narkoba yang menjadi sorotan media nasional.

Pengungkapan 2 Ton Sabu di Aceh (2021): Operasi ini kembali menegaskan reputasinya sebagai perwira polisi yang andal.

Membongkar Jaringan Narkoba Internasional: Sebagai pimpinan operasi di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, ia berhasil membongkar jaringan narkoba besar, termasuk:

389 kilogram sabu asal Afghanistan

117 kilogram sabu dan 90 ribu butir ekstasi dari jaringan Malaysia-Riau-Jakarta

Kasus Malvino Edward Dugaan Pemerasan di DWP 2024

Meskipun memiliki rekam jejak karier yang cemerlang, nama Malvino tercoreng akibat dugaan kasus pemerasan di acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024. Bersama 33 anggota kepolisian lainnya, ia dituduh meminta uang dari pengunjung konser tersebut.

Kejadian ini menjadi pukulan besar bagi institusi Polri, terutama mengingat popularitas Malvino sebagai perwira berprestasi. Publik mempertanyakan integritas Malvino dan anggota lainnya yang terlibat dalam kasus ini.

Baca Juga  Profil Dinda SECRET NUMBER, Idol Indonesia Penerus Dita Karang yang Siap Debut di Korea

Langkah Polri dalam memberikan sanksi tegas berupa PTDH menunjukkan komitmen lembaga ini untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Meski begitu, Malvino diketahui telah mengajukan banding atas keputusan pemecatannya.

Reaksi Publik dan Dampak pada Institusi Polri

Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak yang menyayangkan tindakan Malvino dan anggota polisi lainnya. Beberapa pengamat menilai bahwa kasus ini mencerminkan perlunya reformasi lebih lanjut dalam institusi kepolisian, terutama dalam aspek integritas dan pengawasan internal.

Namun, Polri mendapat apresiasi karena telah menunjukkan sikap tegas dalam menangani kasus ini. “Keputusan PTDH adalah langkah yang diperlukan untuk menjaga nama baik institusi,” ujar seorang pengamat kepolisian.

AKBP Malvino Edward Yusticia adalah sosok dengan perjalanan karier yang penuh prestasi, tetapi terhenti akibat dugaan pelanggaran etik yang serius. Keputusan PTDH terhadap dirinya menjadi pengingat akan pentingnya integritas di tubuh kepolisian.

Kasus ini juga menjadi pelajaran berharga bagi institusi Polri dalam membangun kepercayaan publik. Dengan langkah tegas yang diambil, diharapkan citra Polri sebagai penegak hukum yang adil dan terpercaya dapat terus terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *