KITAINDONESIASATU.COM – Nama Kun Wardana Abyoto sedang ramai jadi perbincangan publik dengan maju di Pilkada Jakarta 2024 bersama Dharma Pongrekun, melalui jalur independen. Meski awalnya pasangan ini kurang mendapat perhatian, namun kini kehadiran keduanya mulai menjadi perhitungan.
Betapa tidak ternyata Kun Wardana pernah mendapat julukan sebagai “Bocah Ajaib” yang dianggap sebagai anak super normal. Di mana calon wakil Gubernur DKI Jakarta ini ternyata sudah masuk ke bangku kuliah di usia 13 tahun.
Kun Wardana Abyoto lahir di Jakarta 11 Agustus 1969. Setelah lulus TK, Kun menjalani pendidikan akselerasi untuk tingkat SD – SMP. Sosok ini dinyatakan lulus SMP pada 1980 atau baru 11 tahun. Demikian juga tingkat atas, dia melewaji jalur akselerasi di SMA Terunajaya, namun saat ujian akhir dinyatakan tidak lulus.
Kun kemudian mengulang pendidikan sekolah menengah lanjutannya pada SMA 3 Jakarta. Di sana ia belajar secara normal. Ketika EBTA 1982, ia lulus dengan nilai rata-rata 7. Dengan nilai yang cukup besar itu, bocah ajaibnya mulai terlihat.
Pasalnya, di usia 13 tahun, Kun Wardana berhasil masuk Universitas Trisakti. Ia menempuh pendidikan S1 jurusan teknik elektro Universitas Trisakti selama kurang lebih 5 tahun. Ia berhasil lulus menjadi sarjana pada usia 18 tahun 7 bulan dan dinobatkan sebagai yang termuda saat itu.
Lalu, ia melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia dan lulus pada 1992. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan untuk gelar doktor di Institut Teknologi Bandung dan lulus pada 1995.
Saat ini, seperti dikutip dari situs PDDikti.com, Kun Wardana tercatat sebagai dosen tetap di Institut Sains dan Teknologi Nasional. Ia tercatat mengajar program studi teknik elektro sejak 2002 hingga 2023.
Dalam karir politiknya, Kun Wardana sempat tercatat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) pada 2010-2015. Selanjutnya dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Kun bertarung lewat Partai Amanat Nasional (PAN) namun tidak lolos.
Kini, pencalonan Kun Wardana Abyoto bersama Dharma-Kun melalui jalur independen menandai langkah besar dalam karier politiknya dan bersiap untuk menghadapi politisi-politisi handal tanah air. Keduanya memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam manajemen dan kebijakan publik untuk memajukan Jakarta.(*)






