KITAINDONESIASATU.COM – Paul Labile Pogba (lahir 15 Maret 1993) adalah seorang pesepak bola profesional asal Prancis yang bermain untuk klub Liga Inggris, Manchester United, dan tim nasional Prancis.
Pogba dikenal sebagai gelandang tengah, tetapi juga mampu bermain di berbagai posisi seperti gelandang serang, gelandang bertahan, sayap kiri, hingga playmaker.
Pada Juli 2009, Pogba meninggalkan klub Ligue 1, Le Havre, untuk bergabung dengan akademi Manchester United.
Transfer ini menimbulkan kontroversi karena Le Havre mengklaim adanya perjanjian non-perekrutan dengan Pogba dan keluarganya.
BACA JUGA: Paul Pogba: Ditendang Juventus, Diincar Newcastle dan West Ham
Pogba menyelesaikan transfer pada Oktober 2009 dan memulai debutnya di tim U-18 melawan Crewe Alexandra. Ia mencetak tujuh gol dalam 21 pertandingan selama musim itu.
Pada Februari 2011, Pogba dipromosikan ke tim utama oleh Sir Alex Ferguson, mengenakan nomor punggung 42.
Pada Juli 2012, Pogba meninggalkan Manchester United setelah menolak memperpanjang kontrak.
Ia bergabung dengan Juventus dengan kontrak empat tahun, sebuah keputusan yang membuat Sir Alex Ferguson kecewa.
Pogba tampil pertama kali untuk Juventus dalam laga persahabatan melawan Benfica pada Agustus 2012.
Di Juventus, ia memenangkan empat gelar Serie A, dua Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italiana.
Pogba kembali ke Manchester United pada Agustus 2016 dengan nilai transfer €105 juta, menjadikannya pemain termahal dunia saat itu. Selama periode ini, Pogba membantu United meraih gelar Piala EFL dan Liga Europa pada musim 2016–17.
Pogba telah memperkuat berbagai kelompok umur tim nasional Prancis sebelum debutnya di tim senior pada 2013. Ia memenangkan Piala Dunia U-20 FIFA pada 2013 dan dianugerahi Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen.
Di level senior, ia menjadi bagian dari tim Prancis yang menjuarai Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League 2020–21.
Pogba dikenal sebagai gelandang yang kuat, kreatif, dan memiliki visi permainan yang tajam. Julukan “Il Polpo Paul” (Paul si Gurita) ia dapatkan saat bermain di Italia karena gaya bertahannya yang menyerupai tentakel gurita.- ***






