KITAINDONESIASATU.COM – Nabi Syits AS tidak disebutkan dalam Al-Qur’an, tetapi beliau disebutkan dalam beberapa riwayat dan tradisi yang ada dalam agama. Kisah-kisah yang lebih rinci dan legendaris tentang Nabi Syits dapat ditemukan dalam literatur-literatur Islam non-kanonik, seperti Taurat Tafsir dan Hadis, yang mengandung berbagai cerita dan legenda yang berkaitan dengan kehidupannya.
Nabi Syits AS adalah seorang nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir merupakan keturunan Nabi Adam AS dan Siti Hawa. Nabi Syits AS tidak termasuk dalam daftar 25 nabi dan rasul yang tersebut dalam Al-Qur’an. Dalam riwayat disebutkan, Nabi Adam dikaruniai 40 orang anak dan hampir di setiap kelahirannya selalu saja lahir kembar.
Suatu ketika, peristiwa tragis terjadi di antara kedua anak Nabi Adam, yaitu Qabil dan Habil. Keduanya ditugaskan untuk memberikan qurban sesuai syariat yang berlaku pada masa itu. Dalam ujian tersebut, mereka dinilai siapa yang dapat memberikan qurban terbaik. Habil memberikan yang terbaik, sementara Qabil memberikan yang buruk.
Ketika qurban Habil diterima, Qabil merasa tidak senang lalu membunuh Habil yang merupakan saudara kandungnya sendiri. Setelah melakukan tindakan tersebut, Qabil menyesal namun ayahnya telah mengetahui sifat buruknya tersebut. Oleh karena itu, ilmu yang harusnya diturunkan oleh Allah SWT kepadanya tidak diturunkan kepada Qabil.
Setelah peristiwa itu, tepat pada tahun ke-400 kehidupan Nabi Adam AS di Bumi, lahirlah Syits. Ibnu Katsir mengatakan dalam Qashash al-Anbiyaa yang diterjemahkan oleh Saefullah MS, Syits artinya anugrah Allah SWT. Nama tersebut diberikan oleh kedua orangtuanya karena Syits lahir setelah Habil terbunuh di tangan Qabil.






