Sosok

Kisah Hilang di Gunung Slamet Mengikuti Arahan Burung

×

Kisah Hilang di Gunung Slamet Mengikuti Arahan Burung

Sebarkan artikel ini
naomi2
Naomi saat pertama kali ditemukan tim SAR setelah hilang 3 hari di Gunung Slamet. foto: instagram @pemalang_update

KITAINDONESIASATU.COM – Naomi Daviola Setyanie (17) yang tersesat di Gunung Slamet selama dua malam 3 siang selamat setelah mengikuti arah burung yang muncul di hadapannya.

Ia mendaki pada 5 Oktober dan ditemukan oleh tim SAR pada 8 Oktober 2024.

Selama tersesat, Naomi mengandalkan sisa makanan dan air yang dibawanya, serta berusaha mencari jalan keluar dengan mengikuti burung yang ia anggap sebagai petunjuk arah.

Meski mengalami kesulitan, ia akhirnya berhasil ditemukan di Pos 7 dalam keadaan selamat.

Reaksi Naomi saat pertama kali tersesat adalah sangat panik dan bingung. Ketika dia menyadari bahwa pendaki di depan dan di belakangnya tidak ada lagi, dia menjadi sangat khawatir dan merasa sendirian di tengah-tengah hutan yang luas dan gelap.

Melihat medan di depannya hutan belaka dan tak ada orang lagi, Naomi pun panik dan berteriak minta tolong. Namun, tak ada seorang pun yang dia temui saat itu.

Naomi juga merasa bingung tentang harus ke mana dan lewat mana. Dia mengaku sedikit disebabkan oleh informasi yang salah tentang jalur yang harus dilakukan, membuatnya lebih sulit untuk menentukan arah yang tepat.

Saat melihat burung liar di depannya, Naomi merasa seolah burung tersebut menunjukkan arah yang benar untuknya.

Dia mengikuti burung itu, berpindah naik dan turun sesuai dengan gerakan burung tersebut. Namun, dia menyadari bahwa jalan yang diambil ternyata sulit dan menyebabkan luka-luka.

Meskipun begitu, dia terus berharap burung itu bisa membantunya menemukan jalan keluar dari hutan yang membingungkan.

Naomi merasakan ‘selamat’ saat mendengar teriak-teriak tim SAR adalah sangat lega dan harapannya segera terwujud.

Ini merupakan momen penting bagi dirinya karena setelah lama tersesat dan berjuang untuk tetap hidup, dia akhirnya mendapatkan harapan untuk diselamatkan.

“Ada yang teriak-teriak: ‘Mbak Vio dimana?’ Saya bilang’saya di sini’. Di situ saya lega banget udah ditemuin. Akhirnya ditolong sampai bawah.
Sama sekali enggak digendong soalnya enggak ditawarin,” terangnya.

Hal ini menunjukkan betapa leganya dan harapannya yang besar ketika dia mendengar suara orang berteriak, yaitu tanda bahwa dia telah ditemukan oleh tim SAR.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *