KITAINDONESIASATU.COM – Emmanuella Mila, pendiri Rumah Dongeng Pelangi, berbagi kisah tentang kecintaannya pada dongeng yang telah ia teruskan tidak hanya kepada anaknya, tetapi juga kepada banyak anak lainnya di Indonesia.
Mila mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap dongeng bermula dari masa kecilnya saat ayahnya sering mendongeng untuknya. Meski kisah yang didengar sering diulang, pengalaman tersebut meninggalkan kenangan manis yang mendorongnya untuk melanjutkan tradisi ini kepada anaknya.
Pada tahun 2010, Mila memutuskan untuk berhenti bekerja demi fokus merawat anaknya yang masih bayi.
Saat mendongeng untuk anaknya, ia mulai menyadari betapa pentingnya dongeng dalam membantu anak membangun kosakata dan keterampilan komunikasi.
Kecintaannya terhadap dongeng kemudian berkembang, dan ia mulai mendongeng untuk anak-anak lain, termasuk anak-anak di panti asuhan, anak jalanan, dan anak-anak dengan disabilitas.
Tantangan yang dihadapi Mila saat mendongeng untuk anak-anak di luar rumahnya sangat berbeda.
Ia menyadari bahwa dongeng bisa menyatukan berbagai kelompok anak, namun mendapatkan perhatian dari mereka bukanlah hal yang mudah.
Ketika mendongeng untuk anak-anak autis, Mila merasa harus menggunakan pendekatan yang lebih intim dan personal, sementara saat mendongeng untuk anak-anak jalanan, ia merasa tak banyak berharap, namun tetap merasakan kepuasan ketika mereka tertawa dan terhibur.
Rumah Dongeng Pelangi, komunitas yang Mila dirikan, kini memiliki sekitar 20 relawan. Melalui komunitas ini, Mila berharap semakin banyak orang tua dan pendongeng yang mau terlibat.
Ia juga memberikan pelatihan dasar bagi para pendongeng baru agar mereka bisa bercerita dengan lebih baik.
Menurut Mila, mendongeng adalah cara efektif untuk membangun ikatan antara orang tua dan anak, serta membantu anak-anak memperkaya kosakata dan keterampilan berpikir mereka.
Ia mendorong para orang tua untuk membiasakan diri mendongeng untuk anak-anak, dimulai dari membaca buku bersama dan mengajak anak-anak mendengarkan kisah yang menarik.
Menurutnya, cerita tentang hewan adalah yang paling menarik bagi anak-anak, karena mereka memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap makhluk yang berbeda dari manusia.
Mila menekankan pentingnya konsistensi dan keikhlasan dalam mendongeng, serta kesadaran bahwa manfaat dongeng jauh melampaui sekadar hiburan, melainkan membantu dalam perkembangan mental dan bahasa anak.- ***




