KITAINDONESIASATU.COM -Ada cerita menarik dari prestasi beberapa Anabul (anak bulu) bagi Polri dalam menggulung komplotan pengedar Narkoba hingga membantu korban bencana.
Anabul biasanya menunjuk hewan peliharaan, dalam hal ini anjing pelacak. Seperti Lilu, anjing betina pelacak spesial Narkoba.
Anabul usia 7 (tujuh) ini, memiliki penciuman tajam dalam melacak keberadaan narkoba. Dia telah menjadi andalan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan.
Anjing Jerman jenis Sepherd ini kemana-mana selalu setiap menemani Bripka Hari Yunianto, sebagai pawang, dalam perburuan narkoba.
“Sejumlah kasus besar narkoba pernah ia bongkar. Antara lain pengungkapan sabu seberat 195 kilogram asal RRT (Republik Rakyat Tiongkok) di Kompleks Pergudangan Cikarang pada 2020,” kata Direktur Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri Brigjen Ahmad Subarkah dalam keterangannya, Rabu (6/11/2024) di Jakarta.
Kemudian, katanya, penggagalan peredaran sabu jaringan Sumatera-Jawa seberat 40 kg di Pelabuhan Bakauheni Lampung pada 2022.
Lalu dua tahun kemudian, pada 2024, pengungkapan 80 kg sabu serta 1.006 butir ekstasi milik jaringan Sumatera-Jawa di Pelabuhan Bakauheni pada 2024
“Lilu merupakan K9 dengan kualifikasi pelacak narkotik yang lahir pada 5 Mei 2017,” ujar Subarkah.
Empat Kejagoan Anabul Lainnya
Subarkah menuturkan, selain Lilu, Polri juga memiliki anjing andalan lain, yakni Wibawa (9). Anjing jantan dari ras Malinois ini tak kalah handal dalam melacak tindak kejahatan.




