Seiring berjalannya waktu, hasil pengusutan menunjukkan ada tindak penyelewengan di NISP. Polisi menyita harta oknum itu termasuk tanah, rumah, dan barang.
Karmaka sendiri akhirnya memiliki 43% saham yang dimiliki para oknum. Ini diikuti dengan pengangkatannya sebagai salah satu Direktur NISP pada 1 Juni 1966.
Puluhan tahun kemudian, NISP sukses dan tumbuh besar hingga akhirnya dilirik oleh bank raksasa asal Singapura, Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC).***
Editor Aam Permana S




