KITAINDONESIASATU.COM – Peran perempuan dalam politik tak bisa diabaikan. Banyak dari mereka yang memberikan pengaruh besar, seperti Kamala Harris.
Ia adalah perempuan pertama yang menjadi wakil presiden Amerika Serikat dan juga perempuan kulit hitam pertama yang menduduki posisi tersebut. Selain itu, ia juga keturunan Asia Selatan dari pihak ibunya yang berasal dari India.
Kamala saat ini tercatat sebagai calon wakil presiden Amerika Serikat. Ia akan bertarung melawan Donald Trump dalam pemilihan presiden 2024.
Kamala Harris lahir pada 20 Oktober 1964 dan menjadi wakil presiden ke-49 di usia 57 tahun. Meskipun orang tuanya bercerai, ia tetap bersemangat dalam belajar.
Sejak kecil, Kamala bercita-cita menjadi pengacara. Ia meraih gelar B.A. di bidang ilmu politik dan ekonomi dari Howard University, lalu melanjutkan studi hukum di University of California Hastings College, memperoleh gelar J.D. pada 1989.
Kariernya dimulai sebagai wakil jaksa wilayah di Alameda County, California, khusus menangani kejahatan seksual.
Ia kemudian mendirikan Biro Keadilan Anak pertama di negara bagian itu. Pada 2003, ia terpilih menjadi jaksa wilayah San Francisco, lalu jaksa agung California pada 2010, dan menjadi senator California pada 2016.
Pada 2020, ia mencalonkan diri sebagai wakil presiden setelah sebelumnya gagal dalam pencalonan presiden di 2019.
Selain kariernya di bidang hukum, Kamala juga penulis. Buku pertamanya “Smart on Crime” (2009) membahas reformasi peradilan pidana, disusul memoar “The Truths We Hold” dan buku anak-anak “Superheroes Are Everywhere.”
Dengan pengalaman luas di politik, Kamala Harris terus berperan aktif sebagai wakil presiden. Meski menghadapi tantangan sebagai perempuan berkulit gelap dan keturunan Asia, tekadnya tetap kuat untuk terus maju. Semangat dan kegigihan ini layak menjadi inspirasi.- ***




