“Pengungkapan tertinggi di seluruh Indonesia dengan 31 kasus. Sebelum dilantik sebagai Kapolres Serang, kita bersama tim di Ditreskrimsus Polda Banten, membongkar penyalahgunaan gas beromset lebih dari Rp 1 miliar di Kota Tangerang,” ujar AKBP Condro Sasongko, pertengahan September lalu.
Saat menjabat Kapolres Serang, mulai Februari 2024, AKBP Condro Sasongko menggebrak dengan perilaku konyolnya saat menyapa masyarakat. Sehingga warga tidak lagi segan maupun takut untuk berinteraksi dengan polisi.
Baru sebulan menjabat sebagai Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko menyamar sebagai pengusaha dan memborong sejumlah beras Bulog yang telah di bungkus ulang kemudian dijual dengan harga premium. Terlebih saat itu, masyarakat sedang kesulitan mencari dan membeli beras, lantaran barangnya langka dan harganya mahal.
Selain itu, ada juga beras tidak layak konsumsi dicuci, diberi pemutih dan pewangi, kemudian dibungkus ulang dengan merk terkenal. “Barang bukti dalam kasus pengoplosan beras Bulog di antaranya dua unit light truck, 1 unit kendaraan losbak, 25 ton beras Bulog, 5 ton beras yang sudah dioplos, mesin jahit karung kemasan dan 3 kendaraan sebagai sarana angkutan,” tuturnya.
Sepanjang tujuh bulan bertugas sebagai Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko juga mengungkap berbagai kasus kejahatan, seperti pembunuhan, curanmor, curat dan curat (C3), pencurian hewan ternak yang menjadi atensi Kapolda Banten, serta industri tembakau sinte di apartemen, Kota Tangerang.
Perlu diketahui perjalanan kapolres berkepala plontos itu tidaklah mudah. Diawal sebagai Bintara, kemudian dia mengikuti seleksi akademi polisi (Akpol), kemudian dinyatakan lulus pada 2005 dengan peringkat 5 besar. (Yok)

