… lanjutan
Kemudian JMD bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Yogyakarta. Ketika meletus pemberontakan PKI Madiun 1948, Jusuf Muda Dalam sempat di tahan di Wirogunan karena di tuduh terlibat dalam pemberontakan.
Bertepatan dengan penyerbuan tentara Belanda ke Yogyakarta, ia keluar dari penjara. Dalam organisasi PKI, ia pernah menjadi Ketua Seksi Ekonomi PKI cabang Yogyakarta dan pada 1949 menjadi wakil PKI di DPR.
Tak lama di PKI, dua tahun kemudian pada 1951, JDM memutuskan ke luar dari partai tersebut karena tidak cocok dengan sikap politiknya.
Ia menilai partai yang cocok untuk membangun Indonesia yang baru ke luar dari penjajahan Belanda, adalah partai berideologi nasionalis yang di dirikan proklamator Sukarno: Partai Nasional Indonesia (PNI).
Sebelum bergabung di PNI, JDM beberapa kali bertemu Presiden Soekarno. Ia tertarik dengan pikiran-pikiran besar sang Proklamator, yang anti penjajahan dan ingin Indonesia mandiri di segala bidang.
Ia melihat Soekarno tengah membangun landasan kuat di bidang pertahanan dan ilmu pengetahuan. Sukarno mengirim mahasiswa-mahasiswa studi ke luar negeri belajar sains dan teknologi.
Juga, di dalam negeri, Soekarno membangun pabrik baja PT Krakatau Steel. Galangan kapal bernama Marine Establishment (ME) sebelumnya milik Belanda, di ambil-alih Indonesia dan berganti nama PT PAL (Penataran Angkatan Laut).
Karena itu, JMD aktif di PNI dan menjadi dekat dengan Soekarno. Pada 1954, di PNI ia duduk sebagai pengurus pusat partai sebagai anggota Seksi Keuangan dan Ekonomi.




