KITAINDONESIASATU.COM – Sosok aktor sekaligus penyanyi legendaris Indonesia, Jamal Mirdad, kini resmi menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Pelantikan tersebut dilakukan pada Selasa (4/2) dalam Rapat Paripurna DPR RI, menandai babak baru dalam perjalanan karier pria kelahiran Kudus ini.
Setelah puluhan tahun berkiprah di industri musik dan film, Jamal Mirdad memutuskan untuk melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat melalui jalur politik. Pria yang dikenal dengan suaranya yang khas dan akting memukau ini menggantikan Sugiono, yang kini dipercaya sebagai Menteri Luar Negeri di Kabinet Merah Putih.
Pengangkatan Jamal Mirdad sebagai anggota DPR RI sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2025 tertanggal 21 Januari 2025, tentang Peresmian Pengangkatan Antarwaktu Anggota DPR dan MPR sisa masa jabatan 2024–2029.
Profil Singkat Jamal Mirdad
Jamal Mirdad lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 7 Mei 1960. Ia merupakan anak kesembilan dari sepuluh bersaudara, besar di lingkungan keluarga yang religius dengan latar belakang pesantren. Pendidikan formalnya ditempuh di SMP Muhammadiyah 13 Jakarta dan melanjutkan ke SMA Paket C di PKBM Santika.
Sejak muda, Jamal menunjukkan minat besar di dunia seni, khususnya musik. Pada tahun 1979, ia merantau ke Jakarta mengikuti jejak Rhoma Irama, sang Raja Dangdut Indonesia, untuk mengejar impiannya sebagai penyanyi.
Karier Jamal Mirdad di Dunia Musik dan Film
Debut Jamal di industri musik Tanah Air terbilang sukses. Lagu-lagunya dengan nuansa dangdut modern berhasil menarik perhatian publik. Popularitasnya di dunia musik membawanya ke dunia akting, di mana ia berhasil menunjukkan bakat luar biasa.
Puncak karier akting Jamal terjadi pada tahun 1992 ketika ia meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik melalui film legendaris “Ramadhan dan Ramona”. Prestasi ini semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu seniman multitalenta di Indonesia.
Perjalanan Politik Jamal Mirdad
Tahun 2009 menjadi titik balik dalam kehidupan Jamal Mirdad. Ia memutuskan terjun ke dunia politik dengan bergabung bersama Partai Gerindra. Tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan kepercayaan, terbukti dengan penunjukannya sebagai Ketua Bidang Kesenian dan Budaya di partai tersebut.
Dalam Pemilu 2009, Jamal terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah I, dengan raihan 34.674 suara. Pada Pemilu 2014, ia kembali terpilih untuk periode kedua dengan perolehan 39.760 suara.
Selama di DPR, Jamal kerap bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda, dan olahraga. Kontribusinya dalam mengembangkan sektor budaya dan pendidikan menjadi salah satu warisan positif dari kiprahnya sebagai legislator.
Kembali ke Parlemen di Tahun 2025
Setelah sempat absen dari panggung politik nasional, Jamal Mirdad kembali dipercaya mengemban amanah sebagai anggota DPR RI. Ia dilantik untuk menggantikan Sugiono yang mengisi posisi strategis sebagai Menteri Luar Negeri. Pelantikan ini merupakan bagian dari proses Pengganti Antarwaktu (PAW) untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
Kehidupan Pribadi Jamal Mirdad
Dalam kehidupan pribadinya, Jamal Mirdad menikah dengan aktris terkenal Lydia Kandou. Pernikahan mereka sempat menjadi sorotan publik karena perbedaan agama, namun keduanya berhasil menjaga keharmonisan rumah tangga hingga dikaruniai empat anak.
Beberapa anak Jamal, seperti Nana Mirdad, Kenang Mirdad, dan Naysilla Mirdad, mengikuti jejak orang tua mereka di dunia hiburan. Keluarga ini dikenal harmonis dan kerap menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang toleransi dan cinta tanpa batasan.
Sebagai seorang seniman dan politikus, Jamal Mirdad memiliki pengalaman panjang yang menjadi modal kuat dalam mengemban tugas sebagai anggota DPR RI. Kontribusinya di dunia seni dan politik menunjukkan dedikasi yang tinggi untuk kemajuan bangsa.
Ke depan, publik berharap Jamal dapat membawa perspektif baru dalam pembuatan kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan seni, budaya, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.






