Sembilan tahun lalu, Isyana menyabet penghargaan sebagai “Best Asian Artist Indonesia 2016. Setahun kemudian kembali mendapat award sebagai “Best Composer of the Year 2017” dari MAMA (Mnet Asian Music Awards).
Dua tahun kemudian, pada Februari 2019, Isyana masuk ke dalam daftar “30 under 30 Forbes Indonesia” di kategori art, style & entertainment.
Setahun kemudian, tepatnya pada April 2020, ia kembali mendapat penghargaan, juga dari Forbes. Kali ini pada kategori Entertainment & Sports dan kategori Celebrities (kategori khusus).
Metamorfosa dari R&B ke Rock
Awalnya, penyanyi yang menggemari genre R&B dan pop ini, pertama kali tampil sebagai solois dan resitalis pada dunia musik klasik.
Sebelum publik mengenalnya sebagai penyanyi pop hingga penyanyi multi-genre dan penulis lagu, Isyana lebih dulu terjun di dunia musik klasik sebagai solois dan resitalis.
Pada usia 15 tahun, ia mendapat penghargaan sebagai komposer terbaik dan masuk kedalam Top 12 electonis dari 3.500 peserta anak-anak di dunia pada International Junior Original Concert. Karena menciptakan komposisi lagu berjudul “Wings of Your Shadow”.
Sebagai hasilnya, Isyana terpilih dan diberi kesempatan tampil dalam konser di IJOC 2008 di Bunkamura Hall, Tokyo, Jepang.
Pada 2014, Sony Music tertarik dengan suara merdu Isyana dan ia diajak bergabung dengan merilis 2 single, selama dua tahun.




