Dengan harga yang terjangkau dan desain yang portable (dimensi 60 cm x 110 cm x 120 cm), mesin ini tidak hanya hemat tempat tetapi juga tidak bising, sehingga ideal digunakan di pemukiman. Kualitas beras yang dihasilkan juga lebih baik dan menguntungkan untuk dijual.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi Ahmad. Ia mencatat bahwa dengan satu tabung gas 3 kg, mesin ini dapat menggiling hingga 400 kilogram beras dengan biaya penggilingan yang jauh lebih rendah dibandingkan metode konvensional.
“Inovasi ini bukan hanya fenomenal, tetapi juga sangat relevan dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan pertanian di Jawa Barat,” tambahnya.
Selain mesin mini huller, Haeruman juga menyebut bahwa stafnya sedang mengembangkan mesin pengolah sampah anorganik yang dapat menghasilkan listrik.
Dengan semangat inovasi dan pengabdian, Ahmad Nasir Ginanjar membuktikan bahwa seorang penyuluh pertanian dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat dan membawa nama baik Kabupaten Garut di tingkat Jawa Barat, meskipun di enam besar ia harus bersaing dengan para inovator lainnya.
Bagi Ahmad, hasil inovasinya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di daerahnya.***




