KITAINDONESIASATU.COM – Berikut ini sinopsis dan link nonton film Pengepungan di Bukit Duri karya terbaru dari Joko Anwar.
Sutradara sekaligus penulis skenario ternama, Joko Anwar, kembali merilis karya terbarunya bertajuk Pengepungan di Bukit Duri (The Siege at Thorn High). Film ini lahir dari keprihatinannya terhadap berbagai persoalan yang terus menghantui Indonesia, mulai dari kekerasan, korupsi, hingga ketimpangan sistem pendidikan.
Joko mengungkapkan bahwa skenario film ini sebenarnya telah selesai ditulis sejak tahun 2007. Saat itu, ia masih memiliki harapan bahwa kondisi Indonesia akan mengalami perbaikan seiring berjalannya waktu.
Namun, seiring berjalannya tahun, ia menilai bahwa isu-isu sosial seperti kekerasan di sekolah, diskriminasi, dan ketimpangan pendidikan masih tetap terjadi. Ia pun menjelaskan bahwa setelah 17 tahun berlalu, keresahan-keresahan tersebut belum juga mereda, sehingga film ini akhirnya diputuskan untuk diproduksi.
Dikemas dalam genre drama-thriller, film ini mengajak penonton mengikuti kisah Edwin (diperankan oleh Morgan Oey), seorang pria keturunan Tionghoa yang masih dihantui trauma akibat kerusuhan tahun 2009.
Bertahun-tahun kemudian, Edwin menjadi guru di SMA Duri, sebuah sekolah dengan banyak siswa bermasalah. Ia menempuh jalan itu karena pernah berjanji kepada kakaknya yang telah meninggal untuk mencari keponakannya yang hilang.
Namun, alih-alih menemukan keponakannya, Edwin justru terjebak dalam persoalan baru yang lebih berbahaya—harus menghadapi murid-murid brutal secara langsung.
Dalam situasi genting, Edwin terperangkap di sekolah bersama Diana (Hana Pitrashata Malasan), Kristo (Endy Arfian), dan Rangga (Fatih Unru).
Mereka semua berjuang untuk menyelamatkan diri dari kelompok siswa beringas yang dipimpin oleh Jefri (Omara Esteghlal), yang bahkan mengancam nyawa mereka. Keempat karakter ini terlibat dalam perjuangan hidup-mati demi bisa keluar dari sekolah tersebut.
Film ini menggambarkan ketegangan sosial yang intens dan mencerminkan kondisi Indonesia tahun 2027, yang digambarkan dalam keadaan penuh gejolak akibat diskriminasi dan kebencian rasial.
Ko-produser dari Come and See Pictures, Tia Hasibuan, menjelaskan bahwa film ini tidak hanya berkisah soal kekacauan masa lalu dan keresahan masa kini, tetapi juga menjadi gambaran tentang apa yang bisa saja terjadi di masa depan.
Ia menyampaikan bahwa sejarah bisa saja terulang jika masyarakat tidak waspada, tidak mau membicarakan luka masa lalu, atau tidak berusaha menyembuhkannya. Ia juga menegaskan bahwa meskipun film ini berlatar tahun 2027, pesan yang disampaikan bersifat mendesak, karena masa depan itu sebenarnya sudah dekat.
Pemeran Film Pengepungan di Bukit Duri
Pengepungan di Bukit Duri dibintangi oleh sejumlah aktor muda berbakat seperti Morgan Oey, Omara Esteghlal, Hana Malasan, Endy Arfian, Fatih Unru, dan Satine Zaneta. Nama-nama lain yang turut memperkuat film ini antara lain Dewa Dayana, Florian Rutters, Faris Fadjar Munggaran, Sandy Pradana, Farandika, Raihan Khan, Sheila Kusnadi, Millo Taslim, dan Bima Azriel.
Menjadi hasil kolaborasi pertama antara rumah produksi Indonesia Come and See Pictures dan studio legendaris Amazon MGM Studios di Asia Tenggara, film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 17 April 2025.





