Hiburan

Joko Anwar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer

×

Joko Anwar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer

Sebarkan artikel ini
Joko Anwar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer
Joko Anwar Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer

KITAINDONESIASATU.COM – Joko Anwar turut menanggapi kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berencana mengirim siswa bermasalah ke barak militer. Lewat akun Twitter @jokoanwar pada 28 April 2025, ia menyampaikan ketidaksetujuannya, menyebut bahwa pendekatan tersebut kurang tepat. 

Hal tersebut diketahui dari akun Twitter @jokoanwar yang dibagikan pada 28 April 2025.

“Kang @dedimulyadi71, mengirim anak-anak yang ‘bermasalah’ ke barak militer atau institusi yang mengajarkan kedisiplinan dengan kepatuhan bukan solusi yang tepat. Karena ini tidak membuat kita lebih memahami akar masalah perilaku anak,” ujarnya.

Menurut Joko, solusi terbaik adalah memahami akar permasalahan perilaku anak, bukan sekadar menanamkan kedisiplinan melalui kepatuhan. 

Ia juga mengajak Dedi Mulyadi menonton filmnya, Pengepungan di Bukit Duri, yang menceritakan tentang remaja bertitel “nakal” dan pentingnya penyembuhan emosional serta bimbingan personal. 

“Merek abutuh pemahaman emosi, penyembuhan trauma, dan bimbingan personal. Bukan sekedar dikondisikan untuk patuh. Barak militer tidak dikondisikan untuk memberikan kebutuhan ini, kalau sempat nonton Pengepungan di Bukit Duri ya, Kang. Nuhun,” tandas Joko Anwar.Cuitan tersebut bahkan sudah ditayangkan pada lebih dari 24.7 ribu pengguna Twitter hingga beberapa diantaranya ikut memberikan komentar.

Cuitan ini viral dan didukung banyak netizen yang berpendapat bahwa pendekatan militer bukanlah solusi bagi masalah perilaku anak.

“Setuju banget statment Mas Jokan, anak bisa baik kalau orangtuanya nyontohin hal yang baik. Ini aku dialog ‘Kalau bapak gua bener, gua gak bakal kekurung disini’. Artinya anak yang baik berasal dari core (orang tua) yang baik. Tertutama sosok ayah,” tandas akun @ifanfaralian.

“Orang dewasa selalu merasa berhak mengontrol anak-anak. Padahal akar dari anak yang dianggap bermasalah itu banyak, tapi diselesaikan dengan satu solusi: Dikirim ke barak militer,” jelas akun @ifakalidin.

“Nah jadi lebih tepatnya diajak konseling bukan pembinaan model militer, karena yang ada malah makin ngelawan. Ini ibarat sakit kepala tapi dikasih obat sakit perut ya gak akan sembuh,” tandas akun @spiderwots616

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *