Peran A Riyanto
Bila mengenang popularitas Endang S Taurina, yang bermain di genre pop ini, jasa dan peran penyanyi dan pencipta lagu, A Riyanto dan Rinto Harahap, tak bisa dilepaskan dalam karir bernyanyi. Mereka mengantarkan biduanita asli Sunda ini terkenal di Indonesia.
Sebenarnya lagu tadi, lagu “Apa Yang Kucari”, bukan album perdana. Kakak kandung dari penyanyi Ratih Purwasih ini, pertama kali melepas album bertajuk “Kau Sakiti Hatiku Lagi”, pada 1981, yang direkam Tropinada Record, tapi gagal menembus pasar industri musik.
Barulah ketika takdir menemukannya dengan A. Riyanto, dewi fortuna hinggap padanya. Endang S Taurina melejit populer seperti meteor.
Setelah itu, beberapa album lain berhasil memikat para penggemar. Seperti album keempat berjudul “Dia yang Kucari” yang diliris pada 1983.
Setahun kemudian, pada 1984, Endang S Taurina mengeluarkan album kelima bernuasa daerah bertajuk “Hujan ‘Lah Turun Pulo”.
Begitulah seterusnya dan seterusnya, hingga album terakhir dilempar ke dunia entertainment, pada 1997, berjudul “Cinta Panas Dingin”.
Setelah itu, ia undur diri dari kancah musik hiburan. “Sebenarnya tidak mundur total. Sesekali saya masih tampil bernyanyi bersama rekan-rekan seangkatan, dalam acara-acara lagu kenangan,” ujarnya sembari tersenyum.
Panggilan mengisi hiburan di televisi masih dilakoni. Seperti ikut program di iNews TV dalam acara Call Me Mel dan “Berpacu Pada Melodi”.
Penyanyi yang kini mengenakan jilbab ini pernah diberitakan main bisnis tambang batubara. Tapi, ia menyangkal. Menurutnya, ia tak berani berbisnis tambang berisiko tinggi.
“Saya sudah tak muda lagi. Sekarang saya ingin menikmati hidup saja dan tak terlalu mengejar materi, seperti saat masih muda dulu,” tuturnya sembari wajahnya menatap ke atas. Seolah mengenang perjalanan diri tak mudah menapaki lika-liku dunia musik.




