Sosok

Endang S Taurina, Jalan Peruntungan dari Tuhan

×

Endang S Taurina, Jalan Peruntungan dari Tuhan

Sebarkan artikel ini
Penyanyi senior Endang S. Traurina. (Aris MP)
Penyanyi senior Endang S. Traurina. (Aris MP)

KITAINDONESIASATU.COM – Jakarta, awal tahun 1988, di sebuah kawasan di Petamburan, Jakarta Pusat, terdengar alunan lagu dari sebuah tape recorder yang disetel lantang di salah satu rumah warga di sana.

Dengarkan alunan nada merdu  dari seorang biduanita yang tengah populer kala itu: Endang Sukesih Taurina. Artis mojang Garut ini mendendangkan lagu “Apa Yang Kucari”.

Menyelami lagu itu, kita diajak ke masa tahun ’80-an. Di mana tembang-tembang yang dilantunkan Endang S Taurina ini, kala itu, amat akrab di telinga pendengarnya. 

Dia, pada masa-masa kenangan tersebut, memang terkenal. Lagu-lagunya diperdengarkan di mana-mana.

Bahkan lagu ”Apa Yang Kucari” ini, juga populer hingga di negeri jiran, Malaysia. Album lagu-lagu Endang S Taurina kerap bertengger di puncak tangga pilihan pendengar di stasiun-stasiun radio di tanah air kala itu. 

Saat itu, kumpulan lagu-lagu masih dikemas dalam bentuk kaset. Tidak seperti sekarang, cukup menggunakan flashdisck dan load speaker wireless, alunan musik langsung terdengar di telinga.

Penyanyi lawas yang lahir pada 20 Mei 1963 ini cukup banyak membuat album lagu dan digemari di industri musik, juga meledak di pasaran. 

Misalnya, lagu “Antara Benci Dan Rindu”,  yang diciptakan oleh Obbie Messakh, alunan nada melankolis ini diterima oleh para penggemar musik populer.

Berbicara soal dirinya ditakdirkan terkenal, pada masanya, tak salah bila kita menggali filosofi dan pandangan hidup berkisar soal musik. 

Menurutnya,  jalan bermusik adalah jalan peruntungan yang diberikan Tuhan kepadanya.

“Saya jalani saja peruntungan yang diberikan Tuhan. Kebetulan peruntungan di industri tarik suara,” katanya kepada Kita Indonesia Satu, di pertengahan November 2024 lalu.

Sukses di dunia menyanyi, Endang lantas ditawari terjun ke dunia seni peran. Sama halnya di dunia tarik suara, ia dikontrak buat berakting dalam belasan judul sinetron. 

Ia pernah menunjukan kebolehan akting dalam serial sinetron berjudul “Abad 21”, pada 1996, di Indosiar hingga pada 2011 memerankan sinetron  “Benih Cinta”  di SCTV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *