Tak hanya itu, sepanjang periode 1990-an, Eka juga berbisnis properti. Dan dari sinilah namanya melambung.
Eka melalui Grup Mulia adalah ‘otak’ di balik kehadiran properti megah dan terkenal di Indonesia, dari mulai pusat perbelanjaan, hotel mewah dan gedung pencakar langit.
Beberapa properti yang dibangun Eka, antara lain Wisma Mulia, Mall Taman Anggrek, Mulia Resort di Nusa Dua, Bali. Wisma Mulia 2 dan Wisma GKBI
Kemudian Menara Mulia, Plaza 89, Plaza Kuningan, Hotel Mulia, Atrium Mulia dan Mulia Business Park.
Sembilan tahun kemudian, pada 17 Januari 1995, PT Mulia Industrindo Tbk. menjadi perusahaan terbuka dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perusahaan ini memiliki dua anak perusahaan, yaitu PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya.
Muliaglass menghasilkan float kaca, wadah kaca, glass block, dan kaca pengaman. Produk float kaca diekspor ke lebih dari 50 negara dengan volume ekspor mencapai 65 persen dari produksi perusahaan pada 2000.
PT Muliakeramik Indahraya menghasilkan ubin lantai dan dinding keramik. Ia juga memiliki Hotel Mulia di kawasan Senayan Jakarta dan Bali, Wisma Mulia di Jakarta serta mall dan kondominium Anggrek Mall.
