Sosok

Di Usia Belia Hendy Selesaikan 3 Gelar di Universitas Dua Negara

×

Di Usia Belia Hendy Selesaikan 3 Gelar di Universitas Dua Negara

Sebarkan artikel ini
gilang
Hendy Gilang Syahputra (kiri) bersama Rektor ITS Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD ketika diwisuda lulusan S2 pada Wisuda ke-130 ITS. foto: dokumen its

KITAINDDONESIASATU.COM – Gemilang di usia belia itulah Hendy Gilang Syahputra (21) saat mengikuti wisuda untuk gelar Master of Science di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), beberapa waktu lalu.

Belum puas dengan beasiswa fast track yang tengah ditempuhnya, Hendy mendaftar pada Taiwan Tech International Dual Degree Program Scholarship, sesaat setelah ia resmi lulus program S1 di ITS.

Program ini hasil kerja sama ITS dengan NTUST akhirnya mengantarkannya pada gelar Master of Science (MSc) dan Master of Engineering (MT) di tahun yang sama dengan beasiswa.

“Ketiga gelar itu saya peroleh dalam kurun waktu lima tahun masa studi,” beber Hendy.

Uniknya, mahasiswa yang baru resmi lulus program S2 di Wisuda ke-130 ITS ini memilih bidang yang lumayan berbeda dalam penyusunan tugas akhir dan tesisnya.

Selama pengerjaan Tugas Akhir (TA) dalam program S1, Hendy mengaku banyak berkutat pada bidang logam khususnya aluminium foam.

Yakni, ia menciptakan sebuah prototipe aluminium foam yang nantinya dapat difungsikan sebagai crash box pada mobil.

“Tujuannya untuk keselamatan dan perlindungan struktur mobil,” ujar putra pasangan Sumardi dan Heni ini.

Beralih ketika studi S2, Hendy membelokkan kemudinya pada penelitian di bidang semikonduktor.

Beberapa kesulitan pun dialaminya sebab bidang tersebut memiliki ranah yang jauh berbeda dengan studinya di S1.

Bermodal ketekunan, Hendy akhirnya berkesempatan untuk menjadi salah satu co-author dalam buku tentang semikonduktor garapan profesornya di NTUST.

Tesis yang ia kerjakan pun memiliki topik yang linear, yakni mengenai fotodetektor dengan bahan perovskite.

Wisudawan asal Tangerang tersebut menyebutkan bahwa ITS memegang peranan penting dalam mewujudkan segala pencapaiannya saat ini.

Dapat menempuh S2 di dua universitas berbeda negara secara gratis tak lain adalah berkat kapasitas ITS untuk membuka peluang bagi mahasiswanya ke ranah internasional.

Selain itu, Hendy bersyukur atas dukungan para dosen dan tendik yang mempermudah dirinya terkait segala alur dan prosedur.

“Saya rasa ada hutang budi sebab ITS sudah menyekolahkan saya,” ungkapya penuh syukur.

Berhasil membuktikan diri, lulusan S2 Department of Materials Science and Engineering NTUST ini berharap para mahasiswa tidak lagi takut untuk mengambil kesempatan Fast Track dan Joint Degree sekaligus.

Ia juga terus mendorong adik-adik tingkatnya untuk menjadi mahasiswa yang lebih ‘oportunis’ dalam memandang suatu hal di masa depan.

“ITS membuka banyak peluang untuk kita, maka manfaatkanlah sebaik mungkin setiap kesempatan yang ada,” pesannya menyemangati.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *