KITAINDONESIASATU.COM – Sosok Dharma Pongrekun menjadi perhatian masyarakat setelah mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode 2024-2029 melalui jalur independen. Ia mencoba keberuntungan bersama rekannya R Kun Wardana Abyoto untuk melenggang.
Meski di pasangan lainnya tampil dengan dukungan partai-partai besar, tak membuat “ciut” dirinya untuk menjadi orang nomor satu di kawasan yang akan menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) ini. Ia juga tak gentar meski lawan yang akan dihadapi adalah Gajah-gajah yang punya kekuatan besar.
Perjuangannya dimulai pada 12 Mei 2024, di mana pasangan ini berhasil menyerahkan berkas syarat dukungan beberapa menit sebelum batas waktu pengumpulan. Karena melangkah dari jalur independen, pasangan ini pun diduga dianggap “sebelah mata”.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta kemudian mengumumkan bahwa mereka memenuhi syarat dukungan dengan mengumpulkan 749.298 dukungan dari enam kota/kabupaten di Provinsi DKI Jakarta.
Pencalonan Dharma-Kun melalui jalur independen menandai langkah besar dalam karier politiknya dan bersiap untuk menghadapi politisi-politisi handal tanah air. Keduanya memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam manajemen dan kebijakan publik untuk memajukan Jakarta.
Namun, pencalonan ini juga diwarnai kontroversi terkait dugaan pencatutan identitas KTP warga Jakarta, yang memicu kekhawatiran tentang keabsahan dukungan yang mereka terima. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa proses pencalonan berlangsung sesuai dengan ketentuan hukum dan etika.
Meski ditahap awal sudah mendapat sandungan, tak membuat Dharma-Kun berkecil hati dan tak mematahkan semangatnya. Al hasil, pasangan inipun akhirnya menjadi perhatian sebagian warga Jakarta setelah mendapatkan nomor urut 2 dalam pemilihan kepala daerah kali ini.





Respon (1)