KITAINDONESIASATU.COM – Demi Moore, –artis Amerika Serikat yang moncer di era1980an– menyampaikan pernyataan emosional tentang kondisi mantan suaminya, Bruce Willis, yang tengah berjuang melawan afasia dan demensia. Demikian ditulis New York Post pada Jumat, 6 Desember 2024.
Aktris “Substance” itu mengungkapkan bahwa ia tidak mengharapkan penyakit tersebut menimpa siapa pun.
“Ini sangat sulit,” ungkap Moore.
Namun, ia menambahkan, “Meski ada kehilangan besar, ada juga keindahan dan anugerah luar biasa yang dapat muncul dari situasi ini”.
Willis, yang kini berusia 69 tahun, didiagnosis dengan afasia pada 2022 dan demensia frontotemporal setahun kemudian.
Moore menyebut kondisi mantan aktor tersebut “stabil,” mengingat situasi yang dihadapinya.
“Sangat penting untuk menemui mereka di tempat mereka berada. Dari sana, muncul banyak cinta dan kebahagiaan,” katanya.
Pasangan ini menikah dari 1987 hingga 2000 dan memiliki tiga putri: Rumer (36), Scout (33), dan Tallulah (30).
Meski telah berpisah, mereka tetap bersahabat dan bahkan menghabiskan masa karantina bersama selama pandemi COVID-19.
Pada 2022, keluarga Willis, termasuk istri keduanya, Emma Heming, serta dua putri mereka, Mabel (12) dan Evelyn (10), mengeluarkan pernyataan bersama tentang pengunduran Willis dari dunia akting karena kondisinya.
Pada Februari 2023, keluarga itu juga mengungkapkan bahwa diagnosis demensia frontotemporal memberikan kejelasan setelah tantangan komunikasi yang dihadapi Willis.
“Meskipun ini menyakitkan, lega rasanya mendapatkan diagnosis yang jelas,” tulis mereka.
Moore, yang pernah berbicara tentang situasi ini di Festival Film Internasional Hamptons 2024, menyebut pentingnya menerima kenyataan penyakit tersebut.
“Jika Anda masih terikat dengan apa yang telah berlalu, itu adalah perjuangan yang sia-sia,” ujarnya.
Sementara itu, Emma Heming mengungkapkan bahwa ia memilih untuk tidak menyembunyikan kondisi Willis dari kedua putrinya.
“Mereka telah menyaksikan kondisi ayah mereka memburuk selama bertahun-tahun,” katanya.
Heming juga menambahkan bahwa anak-anaknya memahami bahwa ayah mereka tidak akan pulih, namun ia memilih untuk menjawab pertanyaan mereka dengan jujur sesuai kesiapan mereka.- ***
Sumber: New York Post




