KITAINDONESIASATU.COM – Sosok Demang Darmadi, pria berusia 55 tahun punya peran penting dalam membantu petani di Desa Sukaasih, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dalam melakukan pengendalian hama tikus di persawahan milik para petani tersebut.
Demang menjadi pencetus inovasi Rumah Burung Hantu (Rubuha) dalam pengendalian hama tikus di persawahan petani.
Setelah Ia berpikir untuk menciptakan cara untuk mengendalikan hama tikus yang pada saat itu cukup banyak menyerang lahan pertanian.
Demang saat ini juga sebagai petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Bekasi, Demang mulai menerapkan Inovasi Rubuha itu pada tahun 2020 di rumah Kelompok Tani Bagja Asih, dan berdampak positif bagi persawahan milik petani.
Inovasi yang diciptakan Demang Darmadi dianggap menjadi solusi bagi para petani untuk mengusir hama tikus yang menyerang area persawahan miliknya.
Selain itu inovasi yang dicetus olehnya dirasakan mampu menghemat tenaga dan biaya bagi petani.
Inspirasi itu didapatkan oleh Demang Darmadi saat Ia berkunjung ke sejumlah daerah lain, dan mencoba menerapkannya untuk di Kabupaten Bekasi.
Meski awalnya gagasan inovasi Rubuha sempat ditolak oleh warga sekitar, namun berkat kegigihan dalam memberikan penjelasan terhadap warga, akhirnya inovasi Rubuha yang dicetus Demang bisa diterima warga.
Berkat inovasi yang digagas Demang, saat ini para petani tak lagi harus mengerahkan banyak orang untuk membasmi tikus pengganngu tanaman padi. Sehingga lebih efisien dan disukai oleh para petani, dan hasil panen pun bisa maksimal tanpa harus takut dilanda hama tikus.
Demang juga berhasil mengembangkan Inovasi Rubuha gagasannya itu yang awalnya hanya 10 unit dengan 10 ekor burung hantu, saat ini sudah berkembang 75 unit atau 75 ekor yang tersebar di seluruh area persawahan di Kecamatan Sukatani.
Inovasi Rubuha sekarang ini sudah mulai ditiru dan diterapkan di sejumlah kecamatan sebagai sarana pembasmian hama tikus yang kerap melanda sawah-sawah petani, dan kerap dirasa merugikan pada tiap musim panen tiba.
Nama pria asal Kecamatan Setu itu sekarang ini sudah cukup dikenal di kalangan para petani, dan berkeliling ke sejumlah daerah guna memperkenalkan inovasi Rubuha sebagai solusi di bidang pertanian Kabupaten Bekasi.- *** (Eka Jaya Saputra)
Editor: Aam Permana S




