Sosok

Dari Pesantren ke Parlemen, Perjalanan Teh Zakiyah Mengabdi untuk Masyarakat Bogor 

×

Dari Pesantren ke Parlemen, Perjalanan Teh Zakiyah Mengabdi untuk Masyarakat Bogor 

Sebarkan artikel ini
Zakiyatul Fikriyah Al Aslamiyah, S.Pd., M.Si., Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PAN. (Ist)
Zakiyatul Fikriyah Al Aslamiyah, S.Pd., M.Si., Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PAN. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2024, mari kita kenali lebih dekat sosok Teh Zakiyatul Fikriyah Al Aslamiyah, S.Pd., M. Si., atau yang akrab di sapa Teh Zakiyah. Di usia 36 tahun, ia adalah anggota DPRD Kota Bogor dari Komisi 1, priode 2024 sampai dengan 2029, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), yang di kenal aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat dan mengembangkan pendidikan di daerahnya.

Teh Zakiyah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Lido dan Pondok Pesantren Daaruttaqwa Cibinong. Pengalaman di pesantren, seperti yang di ungkapkannya, telah membentuk karakter dan mentalnya sejak usia dini.

“Dengan menjadi santri, seseorang akan di latih untuk mandiri, bertanggung jawab dan memiliki keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan hidup,” katanya kepada kitaindonesiasatu.com.

Baca Juga  Kisah Ramadan di Klenteng Tertua Bogor

Saat ini, Teh Zakiyah sedang menempuh pendidikan doktoral di Universitas Ibnu Khaldun dengan jurusan Pendidikan Agama Islam. Selain itu, ia juga aktif mengisi kajian di Majelis Ta’lim Lu’lu Wal Marjan di Kedung Halang, Bogor Utara dan menjabat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Sosial di Bogor Utara.

Baca juga: Dukungan Terus Mengalir, Kiai Pimpinan Pesantren dan Para Santri Kabupaten Bandung Dukung Dadang Supriatna-Ali Syakieb

Peran Teh Zakiyah dalam Masyarakat

Sebagai seorang santri yang memahami pentingnya pendidikan dan nilai-nilai keislaman. Teh Zakiyah berkomitmen untuk menyebarkan semangat belajar serta berkontribusi pada kemajuan masyarakat. Ia percaya bahwa Hari Santri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan momentum untuk memperkuat jiwa religius dan nasionalisme. “Santri adalah simbol keteguhan hati, kesederhanaan hidup, dan kebesaran jiwa,” ujarnya.

Baca Juga  Jejak Sultan Baktiar Najamudin dari Pengusaha hingga Ketua DPD RI

Teh Zakiyah berharap para santri di Indonesia dapat melanjutkan perjuangan para kyai dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa. “Di momen yang penuh berkah ini, saya mengajak semua pihak untuk memperkuat niat belajar dan berbakti kepada orangtua, guru, serta bangsa,” tambahnya.

Pandangan tentang Pendidikan dan Santri

Dalam pandangannya, pendidikan adalah kunci untuk membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global. Teh Zakiyah menekankan pentingnya mengembangkan potensi diri dan membangun karakter yang kuat melalui proses pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai agama. “Pendidikan berbasis pesantren sangat penting dalam membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Baca Juga  Ketika Anak-anak Bogor Kembali Main Engklek dan Congklak di Pojok Ekspresi

Sebagai anak dari orang tua alumni Gontor dan sebagai anak pertama dari lima bersaudara. Teh Zakiyah memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya pendidikan berbasis pesantren. Hari Santri 2024 menjadi panggilan untuk kita semua, terutama para santri, untuk terus belajar dan berkontribusi demi kemajuan negeri. “Mari bersama-sama memperkuat niat untuk berbakti dan menjadikan pendidikan sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan yang lebih baik,” tutupnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *