Sosok

Dampingi 6 Presiden Berbeda, Wiranto Dilantik Jadi Penasihat Khusus Bidang Politik dan Keamanan

×

Dampingi 6 Presiden Berbeda, Wiranto Dilantik Jadi Penasihat Khusus Bidang Politik dan Keamanan

Sebarkan artikel ini
Wiranto

KITAINDONESIASATU.COM – Wiranto resmi di lantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan oleh Presiden Prabowo hari ini, Selasa (22/10). Ia pun mengaku sangat bangga bisa mendampingi enam Presiden Indonesia sepanjang karirnya.

Di katakan Wiranto, ia mendapatkan tugas khusus dari Presiden Prabowo Subianto sebagai penasihat khusus. Dengan jabatan yang di dapat, membuatnya menjadi satu-satunya putra Indonesia yang bisa mendampingi 6 presiden sepanjang karirnya di militer hingga pemerintahan.

Seperti di ketahui, Wiranto pernah menjadi kepala Staf Angkatan Darat pada 7 Juni 1997 – 16 Februari 1998. Dan di era presiden Soeharto, B. J. Habibie, dan Abdurrahman Wahid, ia menduduki posisi Panglima TNI.

Baca Juga  Polemik Mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo: Benarkah Tidak Ada Unsur Politik?

Di era presiden Soeharto dan BJ Habibie, Wiranto juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan Kabinet Reformasi (1998-1999). Kemudian, di era Jokowi, Beliau juga pernah menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan seta Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.

Baca juga: Luhut Binsar Pandjaitan Tambah Jabatan Lagi Sebagai Penasihat Khusus Bidang Digitalisasi

“Saya tahu bahwa tugas presiden sangat berat dan strategis karena beliau sebagai kepala pemerintahan merangkap kepala negara, banyak hal yang memang beliau harus pikirkan harus selesaikan dan harus memberi kebijakan bagi kehidupan bangsa dan negara, maka beliau membutuhkan penasihat,” ujar Wiranto yang di kutip Selasa (22/10).

Baca Juga  Biografi Fatimah Az Zahra, Putri Bungsu Nabi Muhammad

Terkait dengan tugas, dia belum bisa memaparkan secara rinci karena masih menunggu penugasan dari Presiden Prabowo. Selanjutnya, ketika di tanya koordinasi dengan kementerian lain, dia menegaskan penasihat presiden tentu berkoordinasi dengan presiden.

“Tapi masukan-masukan yang kita dapatkan tentunya dari berbagai pihak yang bersangkutan dengan tujuan dan misi saya,” ujar Wiranto.

Mengenai nomenklatur ‘penasihat presiden’ yang di setarakan dengan Wantimpres, Wiranto tidak tahu dan meminta media bertanya kepada Seskab. “Iya nanti kita bicarakan nomenklaturnya akan di ketahui setelah semuanya di selesaikan sejelas-jelasnya oleh Seskab,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *