Dalam pertemuan itu, Dedi memberikan masukan agar Helmi maju sebagai calon wakil bupati untuk mendampingi Aceng Wahdan.
“Keputusan itu sangat mendadak, dan saya merasa tidak siap. Namun, setelah dipertimbangkan, latar belakang saya sebagai dokter diharapkan dapat menyatukan dua visi yang berbeda demi pembangunan Garut,” tambahnya.
Setelah mendengar rekomendasi tersebut, DPW PKS pun memberikan restunya meski Helmi merasa belum sepenuhnya siap.
Tanpa persiapan yang matang, Helmi merasakan tekanan besar, terutama dalam hal finansial.
Ia ingat, saat itu ia hanya memiliki modal seadanya, bahkan hanya berpakaian dengan sandal jepit saat menjalani sesi foto.
“Mereka bilang, ‘Tidak masalah pakai sandal jepit. Yang penting kita maju,’” ujarnya dengan nada tawa. Meskipun ada sedikit tabungan dan dukungan dari kerabat, ia tetap merasa tidak memadai.
Dalam Pilkada 2008, pasangan Aceng Wahdan dan Helmi Budiman bersaing dengan tujuh pasangan calon lainnya.
Kompetisi itu melibatkan tokoh-tokoh politik ternama, termasuk Rudy Gunawan dan Oim Abdurrohim yang diusung oleh PDIP dan Golkar, serta beberapa calon independen.
Bagaimana hasilnya?

