Sosok

Profil Bustami Hamzah, Calon Gubernur Aceh 2024

×

Profil Bustami Hamzah, Calon Gubernur Aceh 2024

Sebarkan artikel ini
Bustami Hamzah

Bustami Hamzah adalah salah satu calon gubernur (cagub) yang mencuri perhatian di Aceh untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Dengan pengalaman panjang di bidang pemerintahan dan dukungan dari berbagai partai politik, Bustami memiliki potensi besar untuk memimpin Aceh ke arah yang lebih baik.

Profil Bustami Hamzah

Bustami Hamzah lahir di Nicah, Grong-Grong, Pidie pada 22 Juli 1967, yang berarti saat ini ia berusia 57 tahun. Bustami merupakan sosok yang dikenal luas di kalangan masyarakat Aceh, tidak hanya karena karier politiknya tetapi juga karena keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial.

Ia menikah dengan Mellani Subarni, B.BA, yang merupakan putri dari tokoh agama terkemuka di Aceh, H. Subarni A. Gani. Dari pernikahan ini, Bustami dan Mellani dikaruniai dua orang anak: Muhammad Syafiq Al Yasir Bustami dan Muhammad Yafiq Al Fayyadh Bustami. Bustami lahir dari pasangan M. Hamzah dan Hj. Hendiah, yang juga memiliki pengaruh dalam masyarakat.

Bustami Hamzah memiliki latar belakang pendidikan yang solid. Ia menyelesaikan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh pada tahun 1994. Untuk meningkatkan kompetensinya, Bustami melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung, dan berhasil meraih gelar tersebut pada tahun 2002. Pendidikan yang mumpuni ini menjadi modal utama Bustami dalam menjalani karier di dunia pemerintahan dan politik.

Baca Juga  PROFILĀ  Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana yang Meninggal Dunia Usai Kecelakaan

Karier Bustami Hamzah Pemerintahan

Karier Bustami di pemerintahan dimulai pada tahun 1990-an. Berikut adalah rangkuman perjalanan kariernya yang menunjukkan dedikasi dan pengalamannya dalam bidang pemerintahan:

Ajudan Pribadi Bupati Pidie: Bustami memulai kariernya sebagai ajudan pribadi Bupati Pidie, Djakfar Ismail, di tahun 1990-an, yang memberikan banyak pengalaman berharga.

Anggota DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh: Bustami aktif dalam organisasi kepemudaan sebagai anggota DPD KNPI Aceh pada tahun 1995.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro Keuangan Sekretariat Daerah Aceh: Ia menjabat posisi ini dari tahun 2004 hingga 2008, mengelola berbagai aspek keuangan daerah.

Kepala Sub Bagian Umum Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh: Bustami dipercaya untuk memimpin bagian umum pada tahun 2008.

Sekretaris Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh: Dari 2008 hingga 2013, ia menjabat sebagai sekretaris, semakin memperkuat posisi di bidang pengelolaan keuangan.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh: Pada tahun 2013 hingga 2015, Bustami memimpin Baitul Mal Aceh, lembaga yang berfokus pada pengelolaan zakat dan infak.

Baca Juga  Profil Abdukodir Khusanov, Pemain Uzbekistan Pertama yang Main di Premier League Bersama Mancehster City

Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Ekonomi dan Keuangan: Bustami menjadi staf ahli pada tahun 2015 hingga 2016, memberikan masukan strategis di bidang ekonomi dan keuangan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA): Dari 2019 hingga 2021, Bustami memimpin BPKA, mengawasi dan mengelola keuangan daerah.

Pengadministrasi Kepegawaian di Sekretariat Daerah Aceh: Pada tahun 2022, Bustami mengelola administrasi kepegawaian yang penting dalam birokrasi pemerintahan.

Sekretaris Daerah Provinsi Aceh: Pada tahun 2023, ia menjabat sebagai Sekda, peran penting dalam pemerintahan daerah.

Penjabat Gubernur Aceh: Pada tahun 2024, Bustami diangkat sebagai penjabat gubernur Aceh, menandai puncak karier politiknya sebelum mencalonkan diri sebagai cagub.

Pencalonan Bustami Hamzah sebagai Gubernur Aceh 2024

Bustami Hamzah mendaftar sebagai calon gubernur di Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh pada 29 Agustus 2024, hari terakhir pendaftaran. Ia maju berpasangan dengan Teungku Muhammad Yusuf A Wahab, atau akrab disapa Tu Sop. Pasangan ini didukung oleh empat partai politik nasional, yaitu Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, dan Partai Gelora.

Baca Juga  Sanksi Tegas Gerindra: Bupati Aceh Selatan Dipecat dari Ketua DPC Usai Umrah saat Bencana

Tidak hanya itu, Bustami dan Tu Sop juga mendapatkan dukungan dari tiga partai lokal, yakni Partai Gabthat, Partai Darul Aceh (PDA), dan Partai Adil Sejahtera (PAS). Dukungan dari partai-partai ini memberikan legitimasi dan kekuatan politik bagi pasangan ini untuk berkompetisi dalam Pilkada Aceh.

Harapan dan Visi Bustami Hamzah

Dengan pengalaman dan latar belakang yang kuat, Bustami Hamzah memiliki visi untuk membawa Aceh ke arah yang lebih baik. Dalam kampanyenya, ia menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, penguatan sektor pendidikan, serta peningkatan kualitas layanan publik.

Bustami juga berkomitmen untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan berupaya merealisasikan program-program yang bermanfaat bagi warga Aceh.

Bustami Hamzah adalah sosok yang memiliki banyak pengalaman di pemerintahan dan diakui oleh masyarakat. Dengan pencalonannya sebagai cagub Aceh, ia berupaya untuk membawa perubahan positif bagi daerah ini. Dukungan dari berbagai partai politik dan pengalamannya dalam birokrasi diharapkan menjadi modal utama dalam kompetisi Pilkada 2024.

Kejadian teror granat di rumahnya hanya menegaskan pentingnya keamanan dalam proses demokrasi yang sedang berlangsung. Mari kita ikuti perjalanan Bustami Hamzah dan dampaknya bagi Aceh ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *