KITAINDONESIASATU.COM – Persoalan penanganan sampah di Kota Bogor kian mendesak. Penumpukan sampah di setiap Tempat Pembuangan Sementara (TPS) mencerminkan ketidakoptimalan pengelolaan yang ada saat ini. Calon Wali Kota Bogor, Atang Trisnanto, menyatakan bahwa isu ini menjadi salah satu prioritas utama dalam visi dan misinya untuk kota yang lebih baik.
Dalam sebuah keterangannya, Atang mengungkapkan, “Kota yang modern dan tata kota yang bagus harus melibatkan tiga hal penting: nilai budaya, sosial, dan kelestarian lingkungan.”
Dengan prinsip tersebut, Atang menyiapkan serangkaian program untuk mengatasi tantangan tata kota, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Beberapa inisiatif yang diusulkan Atang meliputi pengelolaan sampah terintegrasi, urban farming, kebun komunitas, serta penataan kawasan tematik di Kota Bogor.
“Pengelolaan sampah terintegrasi, urban farming, dan wisata pekarangan akan menjadi tiga program yang saling terintegrasi untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan,” tegasnya, Selasa 1 Oktober 2024.
Atang merinci langkah-langkah pengelolaan sampah yang akan dilakukan dalam tiga tahap.
“Tahap pertama adalah menjadikan sampah sebagai sumber penghasilan, bukan lagi masalah bagi masyarakat. Sampah harus memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa konsep bank sampah sudah ada, tetapi perlu diterapkan secara masif di seluruh wilayah.
Untuk mendukung hal ini, Atang berencana mendorong masyarakat untuk memilah sampah ke dalam tiga kategori: sampah organik, sampah yang dapat didaur ulang, dan sampah yang tidak dapat diolah.
“Sampah organik akan dikelola melalui TPS3R untuk menjadi pupuk organik cair dan padat, sementara sampah daur ulang seperti plastik akan dijual di bank sampah. Sampah yang tidak dapat diolah akan dikelola secara khusus,” jelasnya.
Dalam hal sistem pengangkutan sampah, Atang merancang mekanisme berdasarkan wilayah, yaitu menggunakan gerobak sampah untuk gang-gang kecil, motor sampah untuk jalan kecil, dan truk untuk jalan besar.
“Dengan pendekatan ini, diharapkan volume sampah yang dikirim ke TPA Galuga akan berkurang secara signifikan,” tambahnya.
Lebih jauh, Atang juga telah menjalin komunikasi dengan pimpinan IPB University untuk mendapatkan dukungan akademis.
“Saya telah meminta para profesor untuk membantu menyelesaikan masalah sampah di Kota Bogor jika saya terpilih sebagai wali kota. Ini adalah langkah besar untuk mengatasi masalah sampah yang sudah lama menghantui kota ini,” pungkasnya.- *** (Nicko)
Editor: Aam Permana S






