KITAINDONESIASATU.COM – Calon Gubernur DKI Jakarta, Dharma Pangrekun merupakan seorang purnawirawan polisi dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal. Gelar doktor yang juga dimiliknya diyakini bisa memberikan perbaikan untuk Jakarta menjadi lebih baik.
Dharma Pongrekun memulai perjalanan pendidikannya di Sekolah Dasar pada 1977, diikuti dengan studi di SMP Bruderan Purwokerto dan SMAN 34 Jakarta sebelum melanjutkan ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1988.
Setelah lulus dari Akabri, pria yang lahir pada 12 Januari 1966 di Palu, Sulawesi Tengah ini melanjutkan studinya di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) pada 1995. Berbekal ilmu kepolisian yang didapat, ia pun menduduki beberapa bidang kepolisian, terutama dalam penyelidikan kasus kriminal.
Kariernya dimulai sebagai Danton Gassus Poltabes Bandung Polda Jabar pada 1988. Selama kariernya, ia menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Kanit Intel Polwiltabes Bandung Polda Jabar, Penyidik Madya Dittipidkor Korserse Polri, Kasat II Polda Bengkulu, hingga Wadirreskrimum Polda Metro Jaya.
Dharma melanjutkan studi di Sekolah Pimpinan (Sespim) pada 2002 dan Sekolah Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2014. Calon Gubernur nomor urut 2 ini juga berperan sebagai dosen utama di STIK Lemdikpol.
Terus menimba ilmu dilakukan Dharma dengan menempuh pendidikan Magister Ilmu Hukum di Universitas Gadjah Mada pada 2006 dan memperoleh Gelar Doktor Kehormatan Bidang Kemanusiaan dari MBC University Depok pada 2023.
Puncak karirnya diraih setelah ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Tipidum Bareskrim Polri dan kemudian menjadi Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada tahun berikutnya.
Pada Juli 2019, Dharma menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan sempat menjadi calon pimpinan KPK pada tahun yang sama, meskipun gagal dalam seleksi tersebut.
Dharma Pongrekun mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta pada Pilkada 2024 melalui jalur independen bersama R Kun Wardana Abyoto. Pencalonan Dharma-Kun melalui jalur independen menandai langkah besar dalam karier politiknya, memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam manajemen dan kebijakan publik untuk memajukan Jakarta.






