Sosok

Profil Benjamin Netanyahu, Sosok Kontroversial di Balik Kepemimpinan Israel

×

Profil Benjamin Netanyahu, Sosok Kontroversial di Balik Kepemimpinan Israel

Sebarkan artikel ini
Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

KITAINDONESIASATU.COM – Benjamin Netanyahu, atau yang lebih akrab disapa “Bibi,” bukan hanya sekadar Perdana Menteri Israel biasa. Ia adalah salah satu tokoh paling dominan, berpengaruh, dan kontroversial dalam sejarah politik modern Israel.

Dengan rekam jejak panjang, mulai dari militer elit hingga panggung politik global, nama Netanyahu terus muncul dalam setiap bab penting perjalanan negara Yahudi tersebut.

Profil Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu lahir pada 21 Oktober 1949 di Tel Aviv, hanya setahun setelah berdirinya negara Israel. Ia dibesarkan dalam keluarga yang sangat terdidik dan nasionalis. Ayahnya, Benzion Netanyahu, adalah seorang sejarawan Zionis terkemuka, sementara ibunya, Tzila Segal, dikenal sebagai wanita yang bijak dan mendukung pendidikan anak-anaknya.

Netanyahu menghabiskan sebagian masa kecilnya di Amerika Serikat, yang kelak membentuk kefasihannya dalam bahasa Inggris dan pemahaman mendalam terhadap budaya dan politik Barat—modal penting dalam karier diplomatik dan politiknya nanti.

Pendidikan dan Karier Benjamin Netanyahu

Pendidikan formal Netanyahu sangat mengesankan. Ia lulus dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan gelar Bachelor of Science di bidang arsitektur dan Master of Science dalam manajemen bisnis. Namun sebelum akademik, Netanyahu lebih dulu merintis karier di dunia militer.

Pada tahun 1967, Netanyahu bergabung dengan Israel Defense Forces (IDF), dan terpilih sebagai anggota unit elit Sayeret Matkal. Dalam satuan ini, ia ikut serta dalam sejumlah operasi penting, termasuk misi penyelamatan sandera dalam Operasi Isotope pada 1972 dan ikut berperang dalam Perang Yom Kippur tahun 1973. Reputasi militernya memperkuat citra kepemimpinan tegas yang ia tunjukkan di kemudian hari.

Baca Juga  Mengenal Sosok Try Soetrisno: Biografi, Karier, dan Kontribusinya

Setelah menyelesaikan studinya, Netanyahu bekerja di Boston Consulting Group, namun tragedi keluarga membuatnya kembali ke Israel. Kematian sang kakak, Yonatan Netanyahu, dalam Operasi Entebbe (1976) menjadi titik balik penting. Netanyahu kemudian aktif dalam kegiatan diplomatik dan pengamanan internasional, bahkan mendirikan sebuah forum anti-terorisme di Washington.

Pada awal 1980-an, Netanyahu menjabat sebagai wakil kepala misi diplomatik Israel di Washington DC, lalu menjadi Duta Besar Israel untuk PBB dari tahun 1984 hingga 1988. Kiprahnya di panggung internasional memupuk citra dirinya sebagai orator ulung dan diplomat yang cerdas.

Awal Karier Politik Benjamin Netanyahu

Tahun 1988 menjadi langkah besar Netanyahu dalam politik nasional ketika ia terpilih sebagai anggota Knesset (parlemen Israel) dari partai sayap kanan Likud. Dalam waktu singkat, ia dipercaya menjadi Deputi Menteri Luar Negeri, lalu naik sebagai Ketua Umum Likud tahun 1993.

Tiga tahun kemudian, ia mencetak sejarah sebagai Perdana Menteri termuda Israel, mengalahkan Shimon Peres dalam pemilu 1996. Namun masa jabatan pertamanya berakhir pada 1999 akibat tekanan internal dan konflik politik.

Baca Juga  Hidung Pakai Selang O2, Ikang Fawzi ingin Pergi Ikut Istrinya

Benjamin Netanyahu Kembali ke Puncak Kekuasaan

Setelah masa jeda, Netanyahu kembali sebagai Perdana Menteri pada 2009, memimpin Israel dalam periode panjang hingga 2021, menjadikannya PM terlama dalam sejarah negara tersebut. Ia kembali menduduki kursi PM pada Desember 2022, menjabat untuk keenam kalinya—rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di bawah kepemimpinannya, Netanyahu dikenal sangat tegas dalam isu keamanan nasional dan konflik dengan Palestina. Ia juga sangat keras terhadap Iran, menyebut program nuklir negara itu sebagai ancaman eksistensial bagi Israel dan dunia.

Isu Hukum dan Kontroversi Benjamin Netanyahu

Meski memiliki basis pendukung kuat, Netanyahu tidak lepas dari kontroversi. Sejak 2019, ia didakwa dalam tiga kasus besar yang mencakup tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Sidang atas kasus-kasus ini masih berlangsung, menjadikan dirinya sebagai PM pertama Israel yang diadili saat masih menjabat.

Puncak kontroversi datang pada 2024, ketika Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu terkait dugaan kejahatan perang di Gaza, termasuk penggunaan kelaparan sebagai senjata. Meski Netanyahu membantah keras dan menyebutnya sebagai “skandal moral”, kasus ini memperburuk citranya di panggung internasional.

Kehidupan Pribadi Benjamin Netanyahu

Netanyahu menikah tiga kali dan saat ini tinggal bersama istrinya, Sara Netanyahu, yang juga sering tersorot media. Mereka memiliki dua anak laki-laki: Yair dan Avner. Kehidupan pribadinya kerap mendapat sorotan tajam, terutama karena berbagai laporan tentang gaya hidup mewah dan penggunaan dana publik.

Baca Juga  Zulkifli Hasan Ditunjuk Jadi Menko Pangan, Gebrakan Baru Pemerintahan Prabowo-Gibran

Pada 2023, Netanyahu sempat dirawat dan dipasang alat pacu jantung, namun tetap aktif menjalankan tugasnya sebagai kepala pemerintahan.

Isu Terkini: Ancaman dan Ketegangan Regional

Pada 2024, rumah pribadi Netanyahu di Caesarea diserang drone, diduga upaya pembunuhan yang gagal. Tahun berikutnya, ia kembali menjadi sorotan karena kebijakan keras terhadap Hamas dan Iran, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer langsung.

Isu terbaru lainnya adalah pernyataan terbuka tentang potensi “regime change” di Iran, yang membuat hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara lain menjadi semakin rumit. Meski begitu, Netanyahu tetap mempertahankan posisi kerasnya, menyatakan bahwa keamanan Israel tidak bisa ditawar.

Benjamin Netanyahu adalah figur kompleks: seorang patriot bagi pendukungnya, namun diktator licik di mata lawan politiknya. Dengan latar belakang militer yang kuat, pendidikan elite, dan pengalaman internasional luas, ia berhasil membangun citra sebagai pemimpin tangguh.

Namun di balik semua prestasi, Netanyahu juga membayangi Israel dengan kontroversi, skandal hukum, dan ketegangan geopolitik yang belum selesai. Apakah ia akan dikenang sebagai pembela tanah air atau sebagai simbol politik oportunistik? Sejarah yang akan menilai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *