KITAINDONESIASATU.COM – Dalam dunia sepak bola, nama-nama besar seringkali lahir dari negara Amerika Selatan Argentina adalah salah satunya. Negara yang melahirkan legenda seperti Diego Maradona dan Lionel Messi ini kini memiliki satu lagi permata yang tengah naik daun: Franco Mastantuono.
Dengan bakat luar biasa, kecepatan adaptasi yang tinggi, dan ambisi besar, pemain muda ini telah menarik perhatian dunia, termasuk klub raksasa Eropa, Real Madrid.
Profil Franco Mastantuono
Franco Mastantuono lahir pada 14 Agustus 2007 di Azul, Buenos Aires, Argentina. Sejak kecil, olahraga adalah bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Uniknya, selain sepak bola, Franco juga sangat berbakat dalam tenis. Ia bahkan sempat menembus jajaran atas peringkat tenis nasional anak-anak Argentina sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus sepenuhnya pada sepak bola di usia 11 tahun.
Didukung oleh keluarga yang mencintai olahraga dan dibesarkan dalam lingkungan yang penuh kompetisi, Mastantuono tumbuh menjadi sosok yang disiplin, berani mengambil risiko, dan punya keinginan kuat untuk terus belajar.
Perjalanan Franco Mastantuono di Dunia Sepak Bola
Franco memulai kariernya di klub lokal Cemento Armado FC, namun tak butuh waktu lama bagi bakatnya untuk menarik perhatian River Plate—salah satu klub terbesar di Argentina. Pada tahun 2019, Mastantuono resmi bergabung dengan akademi River Plate. Di sinilah kariernya mulai melejit.
Tahun 2023, ia menandatangani kontrak profesional pertamanya, lengkap dengan klausul pelepasan yang kala itu diperkirakan berkisar antara €30 hingga €45 juta—angka yang sangat tinggi untuk pemain seusianya, menandakan seberapa besar harapan yang diberikan padanya.
Kemudian pada Januari 2024, di usia baru 16 tahun, Mastantuono melakukan debut seniornya bersama River Plate saat menghadapi Argentinos Juniors. Ia menjadi pemain ketiga termuda dalam sejarah klub yang tampil di tim utama. Tak lama setelah itu, ia mencetak gol profesional pertamanya di ajang Copa Argentina, memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah River Plate.
Gaya Bermain
Sebagai pemain kaki kiri alami, Franco Mastantuono paling sering dimainkan sebagai gelandang serang atau sayap kanan, namun fleksibilitasnya memungkinkan ia mengisi berbagai peran kreatif di lini tengah.
Ciri khas dari permainannya adalah:
- Dribel tajam dan cepat
- Kemampuan visi permainan yang tinggi
- Kecerdasan membaca ruang dan lawan
- Akurasi tembakan jarak jauh dan bola mati
- Ketenangan di bawah tekanan
Ia sering disebut-sebut sebagai “playmaker klasik” ala Amerika Selatan, namun dengan sentuhan modern yang cocok dengan gaya permainan Eropa. Tidak heran jika banyak pihak membandingkannya dengan Zinedine Zidane dalam hal kreativitas dan pengaruh di lapangan.
Statistik Menawan di Usia Belia
Selama musim 2024–2025 bersama River Plate, Mastantuono mencatatkan 64 penampilan resmi dan menyumbang 10 gol, termasuk di kompetisi domestik dan internasional. Angka ini sangat impresif untuk pemain berusia di bawah 18 tahun yang bermain di level senior.
Statistik ini bukan hanya menunjukkan ketajamannya di depan gawang, tapi juga konsistensi performa di lapangan, sesuatu yang sangat langka untuk pemain seusianya.
Kemampuan luar biasa Mastantuono juga diakui oleh tim nasional Argentina. Ia sempat bermain untuk timnas U-17 dan U-20, di bawah pelatih seperti Pablo Aimar dan Javier Mascherano. Namun puncaknya terjadi pada Mei 2025, ketika ia dipanggil untuk memperkuat tim senior Argentina.
Debut resminya terjadi pada 5 Juni 2025 dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Chile. Dengan usia 17 tahun 296 hari, ia mencatatkan sejarah sebagai debutan termuda Argentina di laga kompetitif resmi.
Debut itu tidak hanya menjadi bukti kepercayaan dari pelatih Lionel Scaloni, tetapi juga sinyal kuat bahwa Franco dipersiapkan menjadi bagian dari proyek jangka panjang Albiceleste menuju Piala Dunia berikutnya.
Kesuksesan di level klub dan timnas tentu tidak lepas dari radar klub-klub top Eropa. Salah satunya adalah Real Madrid, yang dikenal sangat aktif merekrut talenta muda Amerika Selatan seperti Vinícius Júnior, Rodrygo, dan Endrick.
Pada Juni 2025, kabar besar pun datang: Real Madrid resmi mengamankan tanda tangan Mastantuono dengan nilai transfer sebesar €63,2 juta—menjadikannya transfer termahal dalam sejarah sepak bola Argentina.
Mastantuono dijadwalkan akan bergabung dengan skuad utama Los Blancos pada 14 Agustus 2025, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, saat ia secara hukum boleh pindah ke Eropa.
Berpindah ke klub sebesar Real Madrid bukanlah hal yang mudah, terutama bagi pemain muda yang masih dalam masa perkembangan. Namun Mastantuono sudah menunjukkan mentalitas kuat, disiplin tinggi, serta kemauan belajar yang besar.
Apabila mampu beradaptasi dengan cepat terhadap intensitas La Liga dan ekspektasi tinggi di Santiago Bernabéu, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pilar utama lini tengah Real Madrid dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, ia bisa menjadi penerus dari pemain seperti Luka Modrić atau Toni Kroos yang kini berada di penghujung karier mereka.
Di sisi lain, peluang besar juga menanti di tim nasional. Dengan skuad Argentina yang sedang dalam proses regenerasi, Mastantuono berpotensi menjadi bagian penting dalam tim untuk turnamen-turnamen besar seperti Copa América 2028 dan Piala Dunia 2030.
Franco Mastantuono bukan sekadar wonderkid biasa. Ia adalah simbol generasi baru Argentina—berbakat, disiplin, dan haus akan prestasi. Dalam waktu yang sangat singkat, ia sudah menulis sejarah di River Plate, tim nasional Argentina, dan kini bersiap mengukir bab baru bersama Real Madrid.
Kita mungkin sedang menyaksikan kelahiran bintang besar berikutnya dalam dunia sepak bola. Dan jika ia terus berkembang sesuai potensi yang dimilikinya, nama Mastantuono akan berdiri sejajar dengan legenda-legenda besar Argentina dan dunia.




