KITAINDONESIASATU.COM – Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengklaim bahwa kepala unit kontra-intelijen Iran adalah agen ganda Mossad, bersama 20 perwira lainnya.
Dalam wawancara dengan CNN Turki, dia menyatakan bahwa mereka terlibat dalam kebocoran intelijen yang merugikan Iran, termasuk pencurian dokumen terkait program nuklir pada 2018.
Ahmadinejad menyoroti penetrasi Israel ke dalam struktur intelijen Iran sebagai ancaman serius, yang menunjukkan kelemahan dalam keamanan nasional.
Tuduhan Ahmadinejad tentang infiltrasi Mossad dalam badan kontra-intelijen Iran didukung oleh beberapa sumber, tetapi tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran atau badan intelijen yang mendukung atau menentangnya secara langsung.
Berikut adalah beberapa poin yang mendukung dan menentang tuduhan itu.
Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, secara eksplisit mengklaim bahwa kepala unit kontra-intelijen Iran yang bertugas untuk menggagalkan spionase Israel adalah agen Mossad.
Ia juga menyebutkan bahwa 20 perwira lainnya dalam unit tersebut juga merupakan agen Mossad.
Ahmadinejad menyebutkan bahwa operasi ini melibatkan pencurian dokumen terkait program nuklir Iran pada tahun 2018, yang diungkapkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan menyebabkan Presiden AS saat itu, Donald Trump, menarik diri dari perjanjian nuklir Iran.
IRGC Iran telah mengumumkan penangkapan 12 orang yang dicurigai sebagai mata-mata Israel yang berencana melakukan kegiatan untuk mengganggu stabilitas keamanan negara.
Ini menunjukkan bahwa pihak berwenang Iran telah mengidentifikasi dan menangkap individu yang dicurigai sebagai mata-mata.
Tidak ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran atau badan intelijen yang mendukung atau menentang tuduhan Ahmadinejad secara langsung. Tuduhan ini masih berstatus sebagai klaim dari mantan presiden Iran.
Banyak pihak yang menyatakan skeptis terhadap kemampuan Iran untuk mengidentifikasi dan menghadapi infiltrasi Mossad.
Ini menunjukkan bahwa ada keraguan tentang efektivitas keamanan nasional Iran dalam menghadapi ancaman intelijen.
Dalam keseluruhan, tuduhan Ahmadinejad tentang infiltrasi Mossad dalam badan kontra-intelijen Iran didukung oleh klaim yang spesifik dan detail, tetapi tidak ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang Iran.
Pemerintah Iran belum memberikan komentar resmi mengenai tuduhan Ahmadinejad tentang infiltrasi Mossad dalam badan kontra-intelijen mereka.
Namun, pihak berwenang Iran, termasuk Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), sebelumnya telah mengklaim berhasil menangkap individu yang dicurigai sebagai mata-mata Israel.
Ahmadinejad sendiri menyoroti bahwa kebocoran informasi dan kegagalan intelijen di Iran merupakan hasil dari infiltrasi ini, menimbulkan keraguan tentang efektivitas keamanan nasional Iran.
Hingga saat ini, badan intelijen Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan Ahmadinejad mengenai infiltrasi agen Mossad dalam unit kontra-intelijen mereka.
Ahmadinejad menyebutkan bahwa kepala unit tersebut dan 20 perwira lainnya adalah mata-mata Israel, yang menyebabkan kebocoran informasi sensitif.
Meskipun pihak berwenang Iran sebelumnya mengklaim telah menangkap beberapa individu yang dicurigai sebagai mata-mata Israel, tidak ada konfirmasi langsung mengenai tuduhan Ahmadinejad. *




