KITAINDONESIASATU.COM – Agung Laksono adalah nama yang tidak asing di dunia politik Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengikuti perkembangan Partai Golkar.
Sebagai politikus senior, Agung telah lama berkecimpung dalam berbagai posisi penting baik di pemerintahan maupun di organisasi masyarakat. Baru-baru ini, namanya kembali menjadi sorotan karena perselisihan dengan Jusuf Kalla terkait perebutan posisi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI).
Persaingan ini menggambarkan dinamika politik yang kompleks, bahkan dalam organisasi kemanusiaan. Lantas, siapa sebenarnya Agung Laksono, dan bagaimana perjalanan karier politiknya? Simak ulasan berikut.
Mengenal Sosok Agung Laksono
Agung Laksono lahir di Semarang pada 23 Maret 1949. Perjalanan akademiknya dimulai di SMA Negeri 4 Medan sebelum melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Meski menempuh jalur pendidikan kedokteran, ketertarikannya pada dunia organisasi mulai tumbuh sejak masa kuliah. Ini menjadi fondasi awal yang mengarahkan dirinya ke dunia politik.
Tidak hanya berbekal pendidikan formal, Agung juga memperkaya wawasan globalnya melalui pelatihan internasional, salah satunya Eisenhower Programme di Amerika Serikat. Pengalaman ini memberikan perspektif global yang mendukung keberhasilannya di berbagai sektor politik dan pemerintahan.
Karier Politik Agung Laksono
1. Masa Orde Baru dan Karier Awal di Partai Golkar
Agung memulai kiprahnya di dunia politik dengan bergabung di Partai Golkar pada masa Orde Baru. Pada tahun 1987, Ia terpilih menjadi anggota DPR, posisi yang terus dijabatnya hingga tahun 2009.
Keberhasilan ini menunjukkan kepercayaan besar dari masyarakat dan partai terhadap kemampuan kepemimpinannya.
2. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
Pada tahun 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Agung sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).
Dalam posisi ini, Ia memimpin berbagai program kesejahteraan sosial di bidang kesehatan, pendidikan, dan penanggulangan bencana. Di bawah kepemimpinannya, beberapa inisiatif diluncurkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
3. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Menko Kesra, Agung terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tahun 2009. Jabatan ini memberinya pengaruh signifikan dalam pembentukan kebijakan nasional. Sebagai Ketua DPR, Ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan berkomitmen untuk memperkuat peran legislatif dalam pemerintahan.
Jabatan Lain Agung Laksono di Pemerintahan
Selain jabatan tersebut, Agung juga sempat mengemban berbagai posisi strategis lainnya:
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada tahun 2012–2013 di periode kedua pemerintahan SBY.
Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Agama pada tahun 2014, menggantikan Suryadharma Ali yang tersandung kasus korupsi.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)
Pada periode pemerintahan Joko Widodo, Agung menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk periode 2019–2024. Posisi ini memperkuat perannya sebagai tokoh senior yang berpengaruh dalam perumusan kebijakan strategis.
Peran di Organisasi dan Partai Golkar
Agung tidak hanya aktif di pemerintahan tetapi juga dalam berbagai organisasi. Ia memimpin Kosgoro 1957, salah satu pilar utama Partai Golkar, yang mencerminkan dedikasinya dalam pengembangan kader partai. Selain itu, Ia juga terlibat di organisasi lain seperti AMPI dan HIPMI, di mana Ia pernah menjabat sebagai ketua umum. Aktivitas ini menunjukkan kiprah luasnya dalam memajukan dunia politik dan organisasi di Indonesia.
Dinamika Politik: Perselisihan dengan Jusuf Kalla
Baru-baru ini, nama Agung Laksono kembali menjadi pusat perhatian publik akibat perselisihannya dengan Jusuf Kalla (JK). Konflik ini berawal dari perebutan posisi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI). Persaingan memperebutkan jabatan strategis ini memunculkan polemik yang melibatkan berbagai pihak.
Langkah Agung dianggap ilegal dan inkonstitusional oleh beberapa tokoh PMI. Jusuf Kalla bahkan melaporkan Agung ke polisi, menambah panasnya situasi. Polemik ini menggambarkan bagaimana dinamika politik bisa merambah hingga ke organisasi kemanusiaan seperti PMI, yang seharusnya berfokus pada misi sosial.
Kontribusi dan Kontroversi
Selama kariernya, Agung Laksono dikenal sebagai sosok yang tegas dan berdedikasi. Namun, kiprahnya tidak lepas dari dinamika dan kontroversi. Perselisihan dengan Jusuf Kalla hanyalah salah satu dari banyak dinamika yang Ia hadapi sepanjang karier politiknya. Kendati demikian, kontribusi Agung di berbagai sektor tidak dapat diabaikan. Ia telah memainkan peran penting dalam membangun kebijakan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Agung Laksono adalah tokoh politik yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah politik Indonesia. Dari awal kariernya di DPR hingga berbagai posisi strategis di pemerintahan, Ia telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Meski tidak lepas dari kontroversi, seperti perselisihan dengan Jusuf Kalla, Agung tetap menjadi figur yang dihormati di kalangan politikus dan masyarakat Indonesia.
Persaingan memperebutkan posisi Ketua Umum PMI menjadi pengingat bahwa politik sering kali mewarnai organisasi kemanusiaan. Namun, di balik itu semua, dedikasi Agung Laksono terhadap pembangunan bangsa tetap menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya.






