Opini Kita

Tragedi Pesawat IAT Berlanjut: Korban Ketiga ATR PK-THT Ditemukan di Tebing Bulusaraung

×

Tragedi Pesawat IAT Berlanjut: Korban Ketiga ATR PK-THT Ditemukan di Tebing Bulusaraung

Sebarkan artikel ini
tewas
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT milik PT Indonesia Air Transport (IAT) kembali menorehkan kabar pilu. Tim SAR gabungan menemukan potongan tubuh korban ketiga di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1).

Kepala Basarnas RI, Marsda Mohammad Syafii mengonfirmasi penemuan tersebut sekitar pukul 12.30 WITA.

“Sudah tiga yang ditemukan,” ujarnya di Kantor Basarnas Kelas A Makassar.

Namun, identitas dan jenis kelamin korban belum dapat dipastikan. Syafii menjelaskan, temuan kali ini masih berupa bagian tubuh korban (body part) yang sedang dalam proses evakuasi oleh tim penyelamat di medan ekstrem.

Baca Juga  Komnas Haji Apresiasi Permohonan Maaf Menteri Agama Terkait Pelayanan Haji 2025

Operasi pencarian berlangsung sangat menantang, karena mayoritas penyisiran dilakukan di tebing curam dan jurang dalam kawasan Bulusaraung.

“Hampir seluruh operasi berada di jurang. Detail lengkap akan kami sampaikan setelah data terkumpul,” kata Syafii.

Korban ketiga ini masih dievakuasi dari lokasi penemuan dan direncanakan akan dipindahkan ke titik evakuasi tercepat, yakni Dusun Lampeso, Kabupaten Maros, yang sejak pagi digunakan sebagai pusat pengangkutan korban.

Untuk mempercepat proses, jalur udara disiagakan penuh. Basarnas memastikan pesawat telah standby guna mengevakuasi korban maupun bagian badan pesawat yang memungkinkan diangkut melalui udara.

Baca Juga  Paus Fransiscus dan Koperasi

Lokasi penemuan potongan tubuh korban berada tak jauh dari sektor 1 dan 4, sementara tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran intensif di sektor 2 dan 3. Syafii kembali menegaskan, area pencarian berada di jurang sedalam sekitar 1.000 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Sebelumnya, dua jenazah korban telah ditemukan. Korban pertama berjenis kelamin laki-laki, ditemukan pada Minggu (18/1/2026) dan hingga kini masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Biddokes Polda Sulsel. Korban kedua, seorang perempuan, ditemukan Senin (19/1/2026) dan telah teridentifikasi bernama Florencia Lolita Wibisono.

Baca Juga  Menyambut Demokrasi Tanpa Ambang Batas: Dinamika Baru dalam Pemilu dan Peran Masyarakat Sipil

Diketahui, 10 orang berada di dalam pesawat saat kecelakaan terjadi pada Sabtu (17/1/2026) siang di kawasan pegunungan Bulusaraung. Proses pencarian pun terus dikebut di tengah medan ekstrem demi menemukan seluruh korban tragedi ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *