Opini KitaNews

Sinergi Akademisi dan Masyarakat: UPN “Veteran” Jawa Timur Bahas Tata Kelola Ekowisata dan Budaya di Desa Tosari

×

Sinergi Akademisi dan Masyarakat: UPN “Veteran” Jawa Timur Bahas Tata Kelola Ekowisata dan Budaya di Desa Tosari

Sebarkan artikel ini
Desa Tosari

Penulis: Agnes Tresia Silalahi

Editor: BiiHann

KITAINDONESIASATU.COM – Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu desa wisata penyangga kawasan Bromo–Tengger–Semeru yang kaya akan potensi alam dan budaya masyarakat Tengger. Namun, di tengah pertumbuhan pariwisata yang pesat, muncul berbagai tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan, nilai-nilai budaya, dan kebutuhan ekonomi masyarakat lokal. Menyadari pentingnya hal tersebut, tim dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan tata kelola berbasis ekowisata dan budaya.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dan dialog partisipatif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pariwisata, Pokdarwis, kelompok seni, dan karang taruna. Melalui kegiatan ini, UPN “Veteran” Jawa Timur berupaya mendorong masyarakat untuk lebih memahami prinsip-prinsip ekowisata yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antaraktor dalam pengelolaan potensi wisata Tosari.

Focus Group Discussion FGD di Desa Wisata Tosari
Focus Group Discussion (FGD) di Desa Wisata Tosari (Dokumentasi Penulis)

Dalam diskusi yang digelar antara tim pengabdian UPN “Veteran” Jawa Timur dengan masyarakat Desa Tosari, muncul berbagai isu menarik terkait dinamika pengelolaan pariwisata di wilayah ini. Salah satu topik utama yang mencuri perhatian adalah masuknya investor asing yang membangun fasilitas wisata di Tosari.

Pada tahap awal, investor tersebut belum sepenuhnya menerapkan prinsip-prinsip ekowisata. Melihat hal ini, Pokdarwis bersama lembaga adat dan Bala Daun—LSM yang aktif di bidang lingkungan, bergerak cepat untuk memastikan pembangunan tetap berlandaskan nilai keberlanjutan. Mereka kemudian merumuskan kebijakan lokal berupa kegiatan penanaman pohon serta penghitungan karbon sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan.

Table of Contents

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *