Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dukungan tersebut menjadi pendorong utama keberhasilan kegiatan yang memberikan dampak signifikan bagi pemberdayaan masyarakat setempat.
Baca juga: Pemanfaatan Rebung: Upaya KWK “Tanginas” Desa Cimareme Tingkatkan Kemandirian Ekonomi
Peningkatan Keterampilan dan Kapasitas Produksi
Sebelum program dimulai, kapasitas produksi masyarakat difabel sangat terbatas, hanya mencapai 8 hingga 85 unit per bulan. Namun, berkat pelatihan dan pendampingan intensif, kapasitas produksi meningkat pesat hingga mencapai 618 unit pada Oktober 2024. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan penerapan sistem operasional standar (SOP) serta strategi pemasaran digital.
Peserta program, yang terdiri dari kelompok difabel seperti tuna rungu, tuna daksa, dan tuna wicara, menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan. Nilai post-test mereka rata-rata meningkat hingga 84 dari nilai pre-test 54. Hal ini mencerminkan dampak positif dari pelatihan yang diberikan, baik dalam aspek teknis maupun manajerial.






