KITAINDONESIASATU.COM – Di Desa Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, masyarakat difabel menghadapi tantangan besar berupa keterbatasan akses terhadap pelatihan teknis, pasar, dan teknologi. Namun, melalui program pengabdian masyarakat yang digagas oleh Universitas Indonesia Membangun, difabel di desa ini kini mendapatkan peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi melalui inovasi berbasis keterampilan dan teknologi.
Program ini, yang berlangsung dari Januari hingga Desember 2024, fokus pada pelatihan intensif pembuatan speaker bambu “Awietronix,” produk inovatif yang menggabungkan desain lokal dengan kualitas akustik modern. Peserta juga dilatih untuk memanfaatkan platform pemasaran digital yang dirancang agar ramah difabel guna memperluas pasar produk mereka.
Sebagai salah satu pencapaian utama, website Virageawie.com diluncurkan untuk mendukung strategi pemasaran digital. Website ini tidak hanya dirancang untuk meningkatkan brand awareness produk tetapi juga dirancang ramah difabel, dilengkapi fitur aksesibilitas seperti teks dengan suara untuk membantu pengguna tunanetra. Peluncuran website ini menandai langkah besar dalam membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk kerajinan lokal.







