Opini Kita

Mengapa Banyak Bisnis Gagal Berkembang/Bertahan

×

Mengapa Banyak Bisnis Gagal Berkembang/Bertahan

Sebarkan artikel ini
Dr. Mochammad Mukti Ali ST., M.M Rektor INABA Bandung
Dr. Mochammad Mukti Ali ST., M.M Rektor INABA Bandung

Oleh: Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T, M.M

KEGAGALAN sebuah bisnis sudah sering kita dengar dan lihat sendiri. Dari bisnis rumahan sampai
dengan bisnis global tidak sedikit yang mengalami kegagalan dalam berkembang/ bertahan
menghadapi persaingan bisnis yang kompleks. Sebagai contoh kasus Yahoo, MySpace, Esia,
Seven-Eleven, Matahari Dept. Store, dan banyak Perusahaan lainnya yang gagal dalam
mempertahankan eksistensi dan keberlanjutan bisnisnya.

Jika dilihat secara kasat mata, semua Perusahaan tersebut mempunyai sumber daya yang mumpuni, baik sumber daya manusia, modal, dan sumber daya lainnya, akan tetapi pada akhirnya Perusahaan-perusahaan tersebut gulung tikar alias tutup.

Baca Juga  Mengubah Kreativitas Menjadi Keuntungan Bisnis

Pertanyaan mendasar dari semua pengusaha atau pebisnis, apa penyebab kegagalan
Perusahaan dalam mengembangkan/ mempertahankan bisnisnya??
Ada faktor mendasar yang menyebabkan semua bisnis gagal bertahan. Selain itu beberapa
faktor yang terkait dengan proses bisnis yang menjadi penyebabnya. Untuk itu, dalam tulisan
ini akan dibahas satu-persatu faktor-faktor penyebab kegagalan Perusahaan dalam
mengembangkan/ mempertahankan bisnisnya.

Pertama, semua pengusaha dalam menjalankan bisnis/ usahanya wajib menghadirkan
TUHAN. Dengan demikian, seluruh kegiatan proses bisnis yang dijalankan tidak
bertentangan dengan nilai-nilai norma, moral, dan etika serta agama. Apa yang dilakukan
semata-mata untuk mencari ridho Tuhan, bukan hanya keuntungan belaka. Mengapa hal ini
penting ?? karena keberhasilan dalam menjalankan dan mempertahankan usaha/ bisnis tidak
lebih karena kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Tuhan yang maha kuasa, bukan
semata-mata karena kemampuan dan kehebatan kita.

Baca Juga  Pelajaran Adab dari Jombang untuk Ruang Redaksi Jakarta

Begitu juga sebaliknya, kegagalan Perusahaan dalam menjalankan dan mempertahankan usaha/ bisnisnya tidak lebih karena adanya peringatan dini dari Tuhan yang terabaikan oleh para pengusaha yang merasa yakin akan kemampuan dan kehebatannya sehingga melupakan adanya Tuhan.

First Travel menawarkan paket umrah murah, tetapi ternyata menggunakan skema Ponzi
dengan dana dari jemaah baru untuk membiayai keberangkatan jemaah sebelumnya. Tidak
ada transparansi dalam pengelolaan dana, dan akhirnya perusahaan tidak mampu
memberangkatkan puluhan ribu jemaah. First Travel bangkrut, pemiliknya dipenjara, dan
ribuan korban mengalami kerugian besar. Perusahaan ini gagal karena mengabaikan prinsip
kejujuran dan tanggung jawab dalam bisnis berbasis kepercayaan.
(https://www.kompas.com/tren/read/2019/11/17/060000565/first-travel-awal-berdiri-lakukan-
penipuan-hingga-akhirnya-tumbang?page=all#google_vignette)

Baca Juga  Dari Konsultan Manajemen, Hashim Djojohadikusumo Meroket dalam Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *