Menurut Prof. Dudang, Indonesia memiliki sumber daya ekonomi yang melimpah, dan iklim sosial politik yang kondusif merupakan peluang besar bagi mahasiswa FEBI untuk menjadi penggerak ekonomi.
“Kami yakin, jika para jebolan FEBI aktif, kreatif, profesional, dan memiliki inovasi yang kuat, mereka akan mampu bersaing dengan pengusaha besar di Indonesia. Kuncinya adalah memiliki spirit wirausaha yang kuat, bekerja keras, dan mandiri,” tambahnya.
Mempersiapkan Sumber Daya Manusia untuk Era Indonesia Emas 2045
Pemikiran Prof. Dudang tentang ketatnya persaingan ekonomi di masa depan sangat realistis. Memasuki era Indonesia Emas 2045, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang ekonomi dan bisnis agar bisa bersaing di pasar global.
Untuk itu, beliau terus mendorong mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, mengikuti program akademik yang ada, dan menggali isu-isu penting tentang ekonomi. Mahasiswa juga diharapkan mampu menganalisis dan memahami dinamika ekonomi secara mendalam dan kritis.
“Dalam Islam, ilmu ekonomi adalah ilmu yang sangat penting dan fundamental,” ujarnya.
FEBI sebagai Rumah Pencari Kebenaran
Prof. Dudang juga mengingatkan mahasiswa untuk menjadikan FEBI sebagai rumah bagi para pencari kebenaran, tempat di mana akal dan hati bersatu, ilmu dan kebahagiaan berjalan bersama.
“Kita memiliki beban psikologis dengan label syariah yang bersumber dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijtihad para ulama. Ilmu ekonomi yang dipelajari di FEBI tidak hanya terkait urusan dunia, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan akhirat,” pungkasnya.




