Dengan dasar ini, Muhammadiyah menyatakan bahwa secara global hilal telah wujud, sehingga awal Ramadan bisa dimulai keesokan harinya.
“Ada ormas mendasarkan hilal global dengan kriteria 5 derajat. Selain itu, syarat ijma Selandia Baru juga terpenuhi,” jelasnya .
Perbedaan Pendekatan: Hilal Lokal vs Hilal Global
Menurut Prof. Thomas, perbedaan penetapan awal Ramadhan tahun ini memiliki karakteristik yang unik.
Jika pada periode 1990 hingga 2025 perbedaan lebih sering dipicu oleh posisi bulan yang sangat rendah (di mana Muhammadiyah dulu menggunakan kriteria 0-2 derajat sementara pemerintah belum menerimanya), tahun ini perbedaannya terletak pada pendekatan.
Pemerintah dan ormas lain yang tergabung dalam Sidang Isbat menggunakan pendekatan hilal lokal dengan batas minimal 3 derajat dan elongasi 4 derajat yang bisa diverifikasi dengan pengamatan (rukyat).
Sementara Muhammadiyah menggunakan pendekatan hilal global berdasarkan KHGT. “Perbedaan kali ini bukan posisi hilal, tetapi pendekatannya,” tegas Prof. Thomas.




