Dalam dialog Pro3 RRI, Selasa (17/2/2026), ia menegaskan bahwa pada 17 Februari 2026, posisi bulan saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia dan Asia Tenggara masih negatif atau berada di bawah ufuk .
“Saat 17 Februari dan waktu magrib, posisi bulan negatif. Selain itu, posisi hilal terlalu rendah untuk memenuhi kriteria minimal,” ujar Prof. Thomas.
Dengan kondisi ini, secara astronomis, hilal mustahil dapat diamati. Karena itu, awal Ramadan diperkirakan baru akan jatuh pada lusa-nya, yaitu Kamis, 19 Februari 2026.
Muhammadiyah: Berpegang pada Kalender Global Tunggal
Sementara itu, perbedaan hilal Muhammadiyah dengan BRIN terletak pada metodologi yang digunakan.
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 2026 dengan mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kriteria KHGT menetapkan tinggi hilal minimal 5 derajat dan sudut elongasi minimal 8 derajat.
Prof. Thomas menjelaskan, secara global, wilayah yang memenuhi kriteria KHGT pada 17 Februari berada di Alaska, Amerika Serikat.




