Kedaulatan ekonomi bukan slogan, melainkan tindakan nyata. Ia dimulai dari keberanian menegakkan aturan dan memperjuangkan industri nasional. Dari keberanian mencopot pejabat yang gagal, hingga keberanian membangun sistem yang berpihak pada produksi rakyat.
Fenomena thrifting seharusnya menjadi cermin untuk melihat betapa rapuhnya fondasi ekonomi kita. Aparat yang bermain, kementerian yang malas, dan rakyat yang akhirnya hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Indonesia tidak akan berdaulat secara ekonomi selama pakaian bekas dari luar negeri masih lebih mudah masuk daripada barang buatan rakyatnya sendiri. Dan kita tidak akan menjadi bangsa besar selama hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Sudah saatnya negara berhenti berpura-pura tidak tahu. (*)




