Sayangnya kita manusia sering terlambat. Baru sadar menjelang deadline, seperti kebanyakan wartawan yang menulis kalau sudah kondisi kepepet atau dimarahi Boss. Baru ingat ingin berbuat banyak kebaikan ketika puasa sudah di penghujung, padahal tabungan pahala masih sedikit.
Apakah kalau diberi umur tahun depan kita menyusun strategi menjalani bulan Ramadhan dengan program kegiatan yang ketat? Belum tentu juga. Manusia sumbernya lupa. Dalam kosa kata orang Betawi, ada istilah Tomat. Sekarang tobat tapi tak lama kembali kumat.
Apapun itu semoga puasa kita yang sudah memasuki hari akhir, mendapat pahala, rahmat, dan hidayah dari Allah Swt. Meskipun mungkin tidak dapat THR, atau bahkan gaji karena berhenti bekerja akibat perusahaan tidak mampu.
Meskipun kondisi negeri ini tidak baik-baik saja, kita berdoa agar selalu diberikan kesehatan lahir dan batin untuk menjalaninya dengan hati riang gembira. Yang terkena PHK kembali dapat memperoleh pekerjaan. Yang usahanya redup dapat kembali bangkit. Yang perusahaannya dilanda masalah, dapat mencari jalan keluar.
Dan masyarakat pers tidak putus asa, dapat bertahan dalam tekanan politik, dapat bertahan dalam tekanan ekonomi yang kurang kondusif, dan tetap kompak menghadapi musuh-musuh kemerdekaan pers. Semoga.
Waalahu a’lam bhisawab.
Ciputat 29 Maret 2025




