“Di semua WTP kita, airnya sudah siap minum. Tapi masalahnya, pipa distribusi lama masih menggunakan bahan yang tidak direkomendasikan untuk air siap minum. Karena itu, kami mulai rehabilitasi dengan pipa HDPE yang lebih aman,” tutur Rino.
Ia menegaskan, penerapan ZAMP akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan infrastruktur. Setelah Mulyaharja, Tirta Pakuan berencana melanjutkan ke kawasan Tajur melalui tahapan inventarisasi terlebih dahulu.
“Mudah-mudahan ini mendukung visi Pak Wali, menjadikan Bogor lebih sehat dan memberi yang terbaik bagi masyarakat,” tutup Rino. (Nicko)



