News

Wilayah Banten Bakal Diguyur Hujan Lebat Hingga 13 April

×

Wilayah Banten Bakal Diguyur Hujan Lebat Hingga 13 April

Sebarkan artikel ini
hujanlebat
Istimewa

KITAINDONESIASATU.COM– Warga Provinsi Banten diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terkait dengan potensi hujan lebat di Banten yang diperkirakan akan belangsung hingga 13 April mendatang.

Hartanto Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang Selatan, mengatakan sejumlah fenomena atmosfer yang aktif berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. “BMKG memprakirakan beberapa fenomena atmosfer yang tengah aktif berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” ujarnya, Kamis (09/04/2026).

Kata Hartanto, pada periode 8–11 April 2026, hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di wilayah selatan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Sedangkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang bagian selatan, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Memasuki periode 12–13 April 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Pandeglang bagian barat dan selatan serta wilayah selatan Lebak. Selain hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang dengan kecepatan hingga 45 kilometer per jam di wilayah selatan Pandeglang dan Lebak pada 9–11 April 2026. “Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi,” kata Hartanto.

Baca Juga  Tragedi Berdarah di Jakut, Polisi Selidiki Tabrakan Beruntun yang Tewaskan 2 Orang

Masih kata Hartanto, kondisi cuaca tersebut juga dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut kategori sedang, yakni berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Gelombang tersebut berpotensi terjadi di Selat Sunda bagian barat serta perairan selatan Pandeglang dan Lebak.

BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, untuk tetap siaga terhadap kemungkinan banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. “Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan memastikan saluran air tidak tersumbat dan menghindari perjalanan ke daerah rawan bencana. Selain itu, warga juga diminta mengamankan barang-barang penting serta terus memantau informasi cuaca terkini. “Pantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi media sosial kami agar aktivitas tetap aman dan lancar,” tambah Hartanto. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *