News

Waspadai Jalur Darat Situbondo-Banyuwangi, Kemacetan Luar Biasa Pasca Penutupan Jalur Gumitir

×

Waspadai Jalur Darat Situbondo-Banyuwangi, Kemacetan Luar Biasa Pasca Penutupan Jalur Gumitir

Sebarkan artikel ini
KEMACETAN BANYUWANGI
Suasana kemacetan terjadi di ruas Jalan Situbondo-Banyuwangi mengular panjang diperkirakan akan terjadi hingga bulan September 2025 mendatang, akibat ditutupnya jalur Gumitir. foto: kabar terkini seputar banyuwangi/ facebook

KITAINDONESIASATU.COM – Berfikirlah ulang jika Anda hendak bepergian ke Banyuwangi atau melewati rute ini, melalui jalur darat karena terjadinya kemacetan luar biasa.

Kemacetan terjadi menyusul ditutupnya ruas jalan Gumitir yang menghubungkan Banyuwangi – Jember karena ada perbaikan jalan yang akan berlangsung cukup lama hingga 24 September 2025.

Penutupan ini karena ada proses perbaikan besar-besaran yang dilakukan Balai besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa-Bali.

Sementara jalur yang bisa dilalui kendaraan bermotor roda empat seperti bus, truk hingga mobil pribadi dll, harus melintas satu-satunya rute yang ada melalui jalur Panturan Situbondo-Banyuwangi dan sejak penutupan kemarin pada hari ini, Kamis (25/7/2025) kemacetan luar biasa terjadi di rute itu.

Baca Juga  7 Tips Mudik Aman dan Nyaman agar Perjalanan Pulang Kampung Tetap Lancar

Saat terjadi kemacetan parah di ruas jalan Jalur Situbondo – Banyuwangi, bahkan kemacetan terjadi hingga di kawasan Hutan Baluran, kendaraan besar seperti truk, bus harus berhenti di jalur Situbondo ini.

Terkait kemacetan itu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani meminta BBPJN Jawa-Bali agar agar ruas Jalan Gumitir tidak ditutup total, namun buka tutup atau kendaraan kecil bisa dipersilakan lewat.

Bupati Ipuk mengatakan akibat dampat yang dirasakan adanya kemacetan parah BBPJN agar memberikan solusi skema lain seperti tidak ditutup 100 persen, karena dampaknya luar biasa dn sudah terjadi.

Baca Juga  Layanan SIM Keliling Kota Tangerang

Bupati mengusulkan sitem buka tutup dengan memprioritaskan kendaraan kecel seperti kendaraan roda dua atau sepeda motor, sementara kendaraan kapasitas besar tetap melalui jalur alternatif lain sepertu ruas Jalan Situbondo-Banyuwangi.

Di sisi lain untuk menghindari terjadi penumpukan di pelabuhan Ketapang yang bisa berdampak kemana-mana jika terjadi keterlambatan kapal, untuk dilakukan penambahan armada laut yang dioperasikan dari Pelabuhan Ketapang. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *