News

Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah Hingga Yogyakarta, Ini Peringatan BMKG

×

Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah Hingga Yogyakarta, Ini Peringatan BMKG

Sebarkan artikel ini
gelombang tinggi di laut
Ilustrasi gelombang tinggi di laut. (Pixabay/Kanenori)

KITAINDONESIASATU.COM – Masyarakat harus mewaspadai potensi gelombang tinggi di Laut Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terutama selama dua hari ke depan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gelombang tinggi itu berpotensi terjadi di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar hingga DIY.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyebutkan bahwa berdasarkan analisis permodelan gelombang, tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jabar, Samudra Hindia selatan Jateng, dan Samudra Hindia selatan DIY berpotensi mencapai kisaran 2,5-4 meter yang masuk kategori tinggi.

Baca Juga  BMKG: Waspada Potensi Hujan Petir di Jakarta pada Jumat 13 Maret 2026

Ia menjelaskan, peningkatan tinggi gelombang itu dipengaruhi oleh pola angin di wilayah selatan Indonesia yang secara umum bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 8-25 knot.

Dalam hal ini, menurut dia, hembusan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi dapat memicu peningkatan tinggi gelombang laut.

“Oleh karena itu, kami kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi khususnya di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar hingga DIY yang berlaku mulai hari Jumat (11/10) hingga Sabtu (12/10), pukul 07.00 WIB, dan akan segera diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut,” katanya seperti dikutip sumber resmi, Jumat 11 Oktober 2024.

Baca Juga  Waspada Cuaca Ekstrem: Jakarta Diprediksi Hujan Sabtu Ini

Meskipun gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di wilayah Samudra Hindia, dia mengimbau wisatawan yang mengunjungi pantai selatan Jabar hingga DIY untuk tidak berenang atau mandi khususnya di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *