NewsBerita Utama

Wartawan Berdemo, Tolak Rencana Penjualan Observer

×

Wartawan Berdemo, Tolak Rencana Penjualan Observer

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 6
Kantor The Guardian dan The Observer di King's Cross, London. (Foto: David Levene/The Guardian)

KITAINDONESIASATU.COM – Jurnalis dari The Guardian dan The Observer menggelar aksi mogok selama 48 jam pada 4 dan 5 Desember 2024, sebagai protes terhadap rencana penjualan The Observer ke Tortoise Media.

Ini merupakan aksi mogok pertama di The Guardian dalam lebih dari 50 tahun. Tortoise Media, yang dipimpin oleh James Harding, mantan editor The Times dan direktur BBC News, berencana untuk melanjutkan penerbitan The Observer pada hari Minggu dan memperluas kehadirannya secara digital dengan menggabungkan Observer dengan podcast, buletin, dan acara langsung Tortoise.

Seorang juru bicara The Guardian mengatakan mereka memahami perasaan kuat terkait penjualan ini, tetapi tidak yakin bahwa mogok adalah solusi terbaik.

Pembicaraan dengan National Union of Journalists (NUJ) masih berlanjut, dan mereka berencana untuk meminimalkan dampak mogok pada staf dan pembaca dengan terus mempublikasikan konten daring dan cetak.

Pada bulan lalu, anggota NUJ menyetujui sebuah mosi yang menyebut penjualan Observer kepada Tortoise sebagai “pengkhianatan” terhadap komitmen Scott Trust, pemilik utama Guardian Media Group.

Dalam transaksi yang diusulkan, staf Observer diberikan pilihan untuk mengambil PHK sukarela atau pindah ke Tortoise dengan persyaratan yang ada tetap dihormati.

Baca Juga  Pendaki Jember yang Hilang di Gunung Saeng Ditemukan Meninggal Dunia, Tim SAR Beberkan Fakta Ini

James Harding mengatakan bahwa penjualan tersebut memberikan peluang untuk mengembangkan warisan Observer.

Ketua Scott Trust, Ole Jacob Sunde, menegaskan bahwa tujuan mereka selalu untuk melakukan yang terbaik bagi pembaca dan staf, agar Guardian dan Observer terus mempromosikan jurnalisme liberal.

Meskipun demikian, Scott Trust akan tetap menjadi salah satu pemilik Observer setelah kesepakatan, dengan jaminan bahwa nilai-nilai independensi editorial dan kebebasan pers tetap terjaga.

Pemogokan ini bertepatan dengan peringatan 233 tahun The Observer, surat kabar Minggu tertua di dunia.

Laura Davison, sekretaris jenderal terpilih NUJ, menyatakan bahwa aksi mogok ini mendapat dukungan penuh dari NUJ dan mencerminkan keprihatinan jurnalis mengenai masa depan Observer.

Baca Juga  Buntut Demo Panas, 5 Anggota DPR Resmi Dinonaktifkan dari Sahroni hingga Adies Kadir

Hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa 93% dari mereka yang berpartisipasi mendukung mogok ini.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *